3 Varietas Kopi Baru Ditemukan di Kab Bandung

Rabu, 25 April 2018 | 08:06:46 | Penulis : bb1 | 130 Kali dilihat

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran (kanan) mendampingi Bupati Bandung Dadang Naser saat penandatangan kerjasama antara Pemkab Bandung dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Soreang, Selasa (24/4/18).by Denni Humas Pemkab Bdg

SOREANG – Dinas Pertanian Kabupaten Bandung mengungkapkan pihaknya bersama Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia telah menemukan tiga varietas kopi baru dengan rasa yang unik dan diprediksi bakal laku di pasaran. Pihaknya segera akan melepas produk tiga varietas tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran mengatakan, ketiga varietas kopi baru tersebut berasal dari dua tempat yaitu dua varietas ditemukan pada pohon yang berusia 90 tahun di Kecamatan Pasirjambu. Sementara satu lainnya berada pada pohon berusia 70 tahun di Kecamatan Cilengkrang.

“Temuan varietas baru itu diawali dari laporan masyarakat yang mengatakan adanya jenis kopi dengan kualitas bagus pada tahun 2013 lalu,” ungkap TIsna di sela penandatangan kerjasama antara Pemkab Bandung dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Soreang, Selasa (24/4/18).

Menurutnya, dari laporan tersebut kemudian pihaknya bersama Dinas Perkebunan Jabar, Puslitkoka melakukan identifikasi terhadap varietas tersebut. Dia mengatakan, sepanjang 2014 hingga 2017 proses identifikasi dilakukan tidak dengan sederhana sebab memerlukan keahlian dengan keilmuan yang memadai.

Ia menuturkan, setelah proses panjang, akhirnya tahun 2017 kemarin ditemukan tiga blok (varietas) tanaman yang mempunyai keunikan. “Ketiga varietas tersebut diseleksi dari 11 varietas yang ditemukan,” bebernya.

“Ketiga varietas itu kita ajukan nama Sabilulungan, Mojang Preanger, dan Karuhun. Kami sedang dalam proses pengajuan pelepasan varietas oleh Kementerian Pertanian. Na,h untuk itu memerlukan Mou,” terang Tisna.

Kadistan mengatakan seleksi dilakukan dengan cari mencari keunikan rasa pada 11 varietas, kemampuan produksi yang tinggi serta tahan penyakit dan lain sebagainya. Berdasarkan para ahli, menurutnya ketiga varietas kopi tersebut memiliki poin 8,5 sampai 8,6.

“Poin itu menunjukkan ketiga varietas baru tersebut sudah masuk ke kategori special coffee. Artinya, dari sisi produk sudah menjadi bahan dan, tinggal mengolah bahan tersebut menjadi brand yang mengejutkan dunia,” katanya bangga.

Tisna menambahkan, Pemda melakukan MoU dengan Puslitkoka untuk dilakukan pendampingan kualitas dalam proses pasca panen. Lebih dari itu juga pada pembibitan varietas kopi yang akan menjadi varietas unggulan Kabupaten Bandung dan bakal dikenalkan ke kancah internasional. ***

Berita Terkait