Aher Ajak Umat Jaga Kondisifitas Keamanan Jabar

Senin, 12 Februari 2018 | 12:31:07 | Penulis : bb5 | 112 Kali dilihat

Gubernur Jabart Ahmad Heryawan menggelar silaturahim bersama tokoh ulama, Ormas Islam, dan pesantren se- Jawa Barat, di Gedung Sate Bandung, Minggu (11/2/18). by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), menggelar kegiatan silaturahim bersama tokoh ulama, Ormas Islam, dan pesantren se- Jawa Barat, di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Minggu (11/2/18).

Hadir pula pada kegiatan ini Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo, Wakapolda Jabar Brigjen Pol Supratman, Ketua MUI Jabar Rachmat Syafe’i, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jabar Ruddy Gandakusumah, para tokoh ormas Islam, para tokoh pesantren.

Gubernur Aher mengatakan, hal yang dibahas pada pertemuan saat itu salah satunya terkait kondusifitas keamanan dan ketertiban di Jawa Barat. “Ini adalah konsolidasi untuk menjaga rasa aman yang selama ini kita miliki, untuk terus kita jaga terus dan pertahankan,” ungkap Gubernur Ahmad Heryawan.

Terkait keamanan yang berkaitan dengan aktivitas umat Islam, Gubernur menyayangkan terjadinya sejumlah kasus kekerasan yang menimpa ulama dan tokoh agama.

Belakangan ini telah terjadi dua kasus penganiayaan terhadap tokoh agama, yakni terhadap KH Umar Basri, pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah, Kabupaten Bandung, dan Alm. Ustaz Prawoto yang dianiaya hingga meninggal dunia.

“Dari peristiwa itu, saya mengajak seluruh masyarakat bersama aparat bersiaga, menjaga rasa aman. Mari kita hadirkan kondusifitas di Jawa Barat, kita pertahankan, dan mari kita antisipasi jika ada yang mengganggu keamanan kita,” seru Aher.

Guna mencegah hal serupa terjadi lagi, Aher menyebut Pemprov Jabar, aparat TNI, dan kepolisian akan berkoordinasi untuk siaga menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Pada saat yang sama, Polda Jabar, Kodam III/ Siliwangi telah siap menggerakan pasukannya untuk menjaga keamanan bersama di lapangan.

“Di tingkat paling bawah ada Babinsa, Babinkamtibnas, Danramil, Koramil, juga Polsek masing-masing, kemudian ada Polres, Kodim, perangkat keamanan seperti Pol PP, Hansip, kita siaga jangan sampai ada ancaman. Kita harus segera tanggap kepada kejadian-kejadian yang kita khawatirkan merembet menjadi persoalan besar,” tandasnya.

Aher ingin ke depan, apapun gejolak yang muncul, perlu ada deteksi dini dan tindakan dini sesegera mungkin. Pun para ulama bisa membangun komunikasi dengan pihak pemerintah setempat, kepolisian, dan TNI.

“Maka, bila pada jaman perjuangan dulu para ulama, para santri, berjihad melawan penjajah, tugas kita saat ini adalah menjaga agama dan negara,” ujar Aher.

Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo menyatakan jajaran TNI siap bekerja sama dengan Polri melindungi ulama. Menurutnya aparat TNI dan kepolisian akan berkoordinasi untuk berpatroli di beberapa pondok pesantren, termasuk kediaman ulama.

“Kami juga bekerja sama dengan kepolisian untuk membantu personel. Meski tidak 24 jam, diharapkan kehadiran TNI membantu Polri bisa memberi suasana tentram bagi ulama,” imbuh Pangdam.

Wakapolda Jabar Brigjen Pol Supratman menghimbau agar masyarakat selalu waspada. Terlebih jika mulai timbul gejolak sekecil apapun yang muncul. Mengingat saat ini jamannya berita hoax, ataupun berita yang meresahkan warga bermunculan, Wakapolda meminta masyarakat bijak menghadapinya. Jangan sampai suatu berita yang belum jelas kebenarannya membuat gaduh masyarakat.

“Lebih baik lagi jika setiap berita yang muncul di masyarakat dapat disaring terlebih dahulu, sehingga jika berita tersebut tidak meresahkan masyarakat, bisa diredam,” kata Wakapolda.

“Juga bila ada kejadian apapun yang berpotensi meresahkan masyarakat agar langsung dilaporkan ke polsek / polres terdekat,” lanjutnya.

Wakapolda pun inginkan peranan aktif alim ulama dalam malakukan upaya pencegahan, dalam meredam potensi ancaman yang dapat merusak situasi kamtibmas di wilayah hukumnya.

Kepala Badan Kesbangpol Jabar Ruddy Gandakusumah menerangkan kegiatan sikaturahim yang diinisasi pihaknya merupakan wadah berbagi informasi membangun komunikasi dalam rangka membangun keamanan dan ketertiban di masyarakat Jawa Barat.

“Ini untuk menguatkan silaturahim, menguatkan koordinasi Forkopimda dan komponen masyarakat, tokoh agama, menjaga kondusifitas berbangsa dan bernegara,” kata Ruddy.[]