Bale JabarPeristiwa

Aher; Konflik Ormas Harus Dihentikan

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat menerima petisi dari ormas, OKP dan LSM se-Jabar di Gedung Sate, Jumat (20/1). ist
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat menerima petisi dari ormas, OKP dan LSM se-Jabar di Gedung Sate, Jumat (20/1). by Ttg Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menandaskan Jawa Barat harus aman dan kondusif sampai kapanpun. Apalagi Jawa Barat bahkan Bandung menjadi kota sejarah yang menggaungkan perdamaian di dunia saat Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Pernyataan Gubernur tersebut, menyikapi agar konflik antara LSM GMBI dan FPI tidak meluas ke seluruh Jabar bahkan seluruh Indonesia.

“Saya serukan agar konflik kemarin antara dua organisasi segera diselesaikan guna menjaga kondusifitas di Jawa Barat. Mulai sekarang juga. Hal ini juga tercermin dari Konferensi Asia Afrika tahun 1955, bahwa Bandung menjadi tonggak sejarah perdamaian di dunia hingga saat ini, hal itu masih menjadi rujukan bahwa Bandung atau Jabar kota yang damai dan kondusif,” ungkap Aher usai menerima forum ormas nasionalis, pemuda dan mahasiswa menyikapi situasi di Jabar saat ini, di Gedung Sate, Jumat (20/1/17)

Aher mengaku dalam dua hari belakangan ini dirinya didatangi perwakilan ormas untuk meminta Jabar damai dan kondusif. “Kemarin kita terima, hari ini juga kita terima. Dan saya akan rencanakan mempertemukan semua ormas OKP,LSM di Jabar untuk Jabar kondusif,” ujarnya.

Ketua KNPI Jabar Saca Suhendi meminta agar Jabar tidak jadi ajang politik nasional. “Saya berharap pasca kejadian kemarin Jabar langsung kondusif, karena kami melihat ada grand design yang akan digeser ke Jabar, saya berharap Gubernur Jabar bersikap agar Jabar aman kondusif dan damai selamanya,” ungkap Saca.

Setelah kemarin menerima petisi dari GMBI, dan sejumlah LSM serta Ormas Kasundaan, hari ini Gubernur Jabar menerima forum ormas nasionalis, Germuis, perwakilan pelajar, perwakilan mahasiswa untuk meminta Jabar kondusif.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close