Aher: Pencak Silat Alat Pemersatu Masyarakat

Selasa, 29 Mei 2018 | 14:22:39 | Penulis : bb5 | 94 Kali dilihat

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) saat pelantikan pengurus Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Jawa Barat di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung, Selasa dini hari (29/5/18). by Humas Pemprov

BANDUNG – Pencak Silat merupakan seni bela diri khas Indonesia, yang menjadi khasanah budaya bangsa. Jawa Barat termasuk di antara provinsi yang memiliki seni bela diri ini. Bahkan saat ini telah menjadi cabang olahraga prestasi dalam beberapa event olahraga internasional.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mendorong pelaku dan tokoh Pencak Silat di Jawa Barat agar terus melestarikan seni bela diri khas Nusantara ini. Bahkan Aher ingin perguruan Pencak Silat ada di setiap desa di Jawa Barat dan menjadi alat pemersatu masyarakat.

“Keunikan-keunikan budaya itu harus dikembangkan. Kalau ini (Pencak Silat) dikembangkan di semua desa di Jawa Barat, lengkapi pengurus dari kabupaten, kemudian ke kecamatan, lalu ke desa-desa, maka ini kegunaannya akan luar biasa. Kegunaan dalam arti menyatukan masyarakat lewat budaya, kegunaan untuk bela diri dan bela negara, juga untuk kesehatan,” kata Aher saat Sahur Bersama dan pelantikan pengurus Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Jawa Barat di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung, Selasa dini hari (29/5/18).

“Dan kalau Pencak Silat di tiap-tiap desa ada, di semua desa di Jawa Barat, di mana pun ada. Sebagai budaya, sebagai bela diri, mempertahankan Indonesia bisa lewat bela diri Pencak Silat,” imbuhnya.

Ketua Dewan Pembina PPSI Jabar Uu Rukmana mengatakan Pencak Silat dari Jawa Barat unik dan menarik. Karena Pencak Silat Sunda memakai alat musik khas tradisional Jawa Barat seperti kendang, tarompet (terompet), gong, dan kecrek sebagai irama pengiringnya.

“Ini (Pencak Silat) harus dipelihara. PPSI itu dasarnya budaya. Kalau IPSI dasarnya olahraga. Dan kenapa PPSI ada di Jawa Barat, karena dunia Pencak Silat di Jawa Barat kuat,” ujar Uu.

Uu berharap Pencak Silat terus dilestarikan. Untuk itu, menurut Uu, Pencak Silat harus disalurkan dan didukung melalui pendidikan, sehingga Pencak Silat bisa menjadi kurikulum pelajaran mulai dari SD, SMP, hingga SMA.

“Jadi, pemuda Jawa Barat di samping kuat mentalnya, taat agamanya, tapi fisiknya juga kuat. Maka motto PPSI itu Sholat, Silat, Siliwangi,” pungkasnya.

Berita Terkait