Aksi Cabut Paku di Pohon, 2 Kg Terkumpul

Kamis, 8 Maret 2018 | 16:45:59 | Penulis : bb2 | 310 Kali dilihat

Kepala DLH Kab Bandung Asep Kusumah mencabut paku di pohon saat aksi cabut paku dari pohon di Jalan Al Fathu Soreang, Kamis (8/3/18). by Humas Pemkab Bdg

SOREANG – Tak kurang dari 2 kilogram paku yang menancap di pohon, berhasil dikumpulkan dari aksi cabut paku dari pohon yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Kamis (8/3/18).

Aksi ini dilakukan di sepanjang trotoar Jalan Al-Fathu, dan Jalan Soreang- Cipatik, sebagai rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tingkat Kabupaten Bandung tahun 2018. Sedikitnya 200 peserta sangat antusias melakukan gerakan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Asep Kusumah mengatakan, aksi tersebut merupakan gerakan moral yang bisa mengedukasi dan memotivasi masyarakat, bahwa pohon merupakan bagian dari kesatuan ekosistem kehidupan.

“Kita persenjatai diri kita dengan niatan ibadah dan memotivasi, menyebarkan nilai kebaikan, mengajak masyarakat untuk menyelamatkan pohon. Menjadi gerakan moral yang patut untuk dilakukan, manfaatnya untuk dunia dan akhirat,” ucap Asep Kusumah sambil mencabut sebuh paku di pohon.

Asep mengatakan, aksi dengan misi menyelamatkan pohon sebagai sumber kehidupan itu melibatkan berbagai komunitas seperti para pelajar yang juga Pembina Pramuka, relawan Kampung Sabilulungan Bersih (Saber), TNI, serta seluruh karyawan DLH turut serta dalam aksi cabut paku di pohon tersebut.

“Hari ini kita lakukan aksi cabut paku di pohon, sebagai misi menyelamatkan pohon sebagai sumber kehidupan. Tidak ada satupun struktur pohon yang tidak bermanfaat, pohon menghasilkan oksigen untuk kita, menyediakan cadangan air, menurunkan tingkat pencemaran udara, menyerap karbondioksida dan manfaat lainnya,” terang Asep.

Selain itu, keberadaan pohon di sekitar kita kurang mendapat perhatian. Tak jarang pohon-pohon dijadikan media untuk memajang iklan, spanduk atau tempat berjualan. Padahal kalau dicermati, pohon juga bisa menyehatkan, mengatur kelembaban cuaca, juga mencegah terjadinya bencana banjir. Maka dia berharap agar masyarakat tidak lagi sembarangan menancapkan paku di pohon.

“Masyarakat diimbau jangan lagi sembarangan memaku pohon untuk kepentingan sendiri, pohon juga mahluk hidup. Kalau bisa bicara pasti si pohon akan mengeluh kesakitan saat dipaku. Maka mari kita jaga dan lindungi pohon untuk keberlangsungan hidup kita sebagai manusia. Semoga aksi cabut paku ini menjadi bagian dari pembelajaran edukasi, untuk masyarakat, khususnya warga pejalan kaki,” imbuhnya.

Saat mengeksekusi pohon demi pohon, Asep mengaku kesulitan mencabut menggunakan gegep yang disediakan. Tidak sedikit paku-paku yang menancap itu berukuran besar. Bahkan perlu dua orang untuk mencabut paku besar tersebut dari batang pohon. Bahkan menurutnya banyak pula yang tersebar di pohon bagian atas, sehingga harus sampai memanjat.

“Paku-paku besar ini sangat sulit dicabut, karena berukuran besar dan masuk ke dalam pohon hampir ¾ ukuran paku. Sehingga sulit dicabut dan itu akan merusak kehidupan pohon itu sendiri, mungkin tidak akan berkembang,” ungkap Asep.

Pihaknya memberikan apresiasi bagi peserta aksi yang sigap dalam membersihkan paku yang menancap di pohon sepanjang rute yang telah ditentukan. “Sedangkan untuk TNI yang sebelumnya mendapat penghargaan sebagai penggerak lingkungan saat peringatan HPSN, aksi hari ini akan menjadi nilai tambah untuk diajukan di penghargaan Sabilulungan Award,” pungkasnya.[]

Berita Terkait