Andhika The Titans Terancam 5 Tahun Penjara

Thursday, 15 June 2017 | 17:15:26 | Penulis : bb7 | 207 Kali dilihat

Pentolan band The Titans, Andhika Naliputra Wilaharja saat jalani sidang di PN Bandung.
Pentolan band The Titans, Andhika Naliputra Wilaharja saat jalani sidang di PN Bandung.

BANDUNG – Pentolan band The Titans, Andhika Naliputra Wilaharja (36) yang tersandung kasus kepemilikan narkoba ganja sintetis atau tembakau gorila terancam hukuman lima tahun penjara. Hal itu sesuai dengan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Melur di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (15/6/17).

JPU Melur mengungkapkan Andhika dijerat dengan dakwaan pertama pasal 114 ayat (1) jo Pasal 6 ayat (3) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo peraturan Menkes RI No 2 Tahun 2017 tentang perubahan Penggolongan Narkotika di dalam Lampiran UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dakwaan kedua, pasal 127 ayat (1) huruf a jo Pasal 6 ayat (3) UU No. Tahun 2009 tentang Narkotika jo peraturan Menkes RI No 2 Tahun 2017 tentang perubahan Penggolongan Narkotika di dalam Lampiran UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” sebut Melur.

Berdasarkan dakwaan tersebut Andika terancam hukuman penjara 5 tahun. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Daryanto itu beragendakan pembacaan dakwaan. Berdasarkan dakwaan, Melur mengungkapkan kejadian tersebut berawal pada 21 Febuari 2017 Andhika menerima pesanan paket ganja sintetis yang diantar ojek online ke kediamannnya di Jalan Sarikaso V No. 7 Kelurahan Sarijadi Kecamatan Sukasari Kota Bandung.

Andhika memesan barang haram tersebut kepada terdakwa lain bernama Deddy. Ganja sintetis seberat 2,9762 gram tersebut diterima langsung oleh Andhika.

“Hasil laboratorium menyatakan bahwa barang yang dibungkus kardus dan berlakban itu positif mengandung FUB-AMB/AMB-FUBINACA dan terdaftar dalam golong I nomor urut 88 Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika di dalam Lampiran UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Melur dalam pembacaan dakwaan.

Usai membacakan dakwan, Majelis Hakim kemudian bertanya kepada pengacara terdakwa apakah akan mengajukan eksepsi apa tidak. Pengacara pun tidak akan mengajukan eksepsi.

“Bila tidak mengajukan eksepsi berarti sidang bisa dilanjutkan pada pemeriksaan saksi-saksi pada Selasa minggu depan,” kata Ketua Majelis Hakim Daryanto.

Sementara itu, Pengacara Andika, Mursal Sanjaya mengungkapkan pihaknya tidak mengajukan eksepsi dan mengikuti prosesnya persidangan. “Kalau kami berharap yang terbaik terhadap Andika supaya dia lebih baik lagi dalam menghasilkan karyanya. Kalau kami penasehat hukum, dia adalah korban. Sebaiknya diberikan pengobatan dan perawatan supaya mental psikisnya lebih baik lagi untuk masa depannya,” beber Mursal.

Pihaknya pun menginginkan adanya upaya perbaikan baik psikis maupun fisik Andhika. “Apapun solusinya, tapi arahnya untuk kebaikan psikis dan fisik untuk Andika sendiri,” pungkasnya.

Berita Terkait