Azwi Gelar International Zero Waste Cities Conference 5-7 Maret

Sabtu, 3 Maret 2018 | 08:33:49 | Penulis : bb4 | 225 Kali dilihat

Press Conference International Zero Waste Cities Conference (IZWCC), 5-7 Maret, di Hotel Papandayan Bandung, Jumat (2/3/18). by Humas Pemkot Bdg

BANDUNG – Untuk menjamin kelestarian fungsi lingkungan hidup dalam pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan, perlu perlindungan dan pengelolaan lingkungan yang baik.

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) akan menyelenggarakan International Zero Waste Cities Conference (IZWCC), 5-7 Maret mendatang. Rencananya acara tersebut digelar di Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung.

Kegiatan tersebut berlangsung di beberapa tempat, di antaranya, Senin (5/3/18) City Leaders Forum dan Plenary Conference di Papandayan Hotel Kota Bandung dan kegiatan Civil Society Forum di Eco Camp.

Pada Selasa (6/3/18), digelar kegiatan City Managers Forum di Technopark Kota Cimahi. Sedangan hari terkahir, Rabu (7/3/18), kegiatan Village Managers Forum di Gedong Sabilulungan Soreang Kabupaten Bandung.

Ketua Panitia Pengarah IZWCC 2018, Ria Ismaria mengatakan, kegiatan ini diadakan dalam rangka melaksanakan tiga bulan bebas sampah dan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2018.

Menurutnya, dalam acara ini, AZWI bekerja sama dengan Direktorat Jendral Pegelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta berkolaborasi dengan Pemprov Jabar, Pemkot Bandung, Pemkot Cimahi, dan Pemkab Bandung.

Ria mengatakan, perlu ada solusi yang serius bagi masalah sampah. Namun, pada saat yang sama, solusi itu harus menciptakan sumber daya bagi pembangunan kota. Maka, acara ini akan menghadirkan perspektif baru bagi para pengambil kebijakan kota dalam mengelola sampah yang terintegrasi melalui peningkatan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.

“Melalui penerapan Zero Waste dan model Circular Economy, konsep pembangunan kota ini dapat jadi solusi menarik bagi para pemimpin dan pengambil kebijakan di Indonesia,” ujar Ria Ismaria saat Press Conference di Hotel Papandayan Bandung, Jumat (2/3/18).

Ria menjelaskan, Zero Waste atau Nol Sampah adalah filosofi yang mempromosikan pengelolaan daur hidup material, sehingga semua produk dapat digunakan kembali. Menitikberatkan pemanfaatan dan penggunaan kembali sumber daya alam secara berkelanjutan.. Dalam Circular Economy, model ekstraktif yang berkutat pada aktivitas ambil-buat-buang telah ditinggalkan.

Sementara itu, Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung, Deny Nurdyana mengapresiasi konsep yang digagas oleh IZWCC 2018 ini. Konsep Zero Waste merupakan solusi bagi masalah sampah, yang pada saat yang sama, menciptakan sumber daya bagi pembangunan menuju kota yang berkelanjutan (sustainable city).

“Pendekatan ini bertujuan mereduksi timbunan sampah dan kandungan bahan beracun dari sistem ekonomi kita. Hal ini dapat dicapai dengan mengubah secara mendasar cara kita menangani sampah, serta mengembangkan sistem ekonomi baru yang mampu menciptakan nilai dari daur material,” kata Deni.

“Mengolah sampah itu menjadi energi, namun tidak cukup dengan biasa saja, perlu pemikiran yang matang dan kerja yang baik, agar sampah tersebut menjadi manfaat bagi kita,” imbuhnya. Deni berharap, melalui acara tersebut, masyarakat mengetahui pemanfaatan sampah secara luas.

“Harapannya kita harus bersahabat dengan sampah, mengelola sampah kemudian memberikan edukasi ke publik bahwa sampah itu harus dikelola dengan baik. Bila perlu akan dijuruskan juga ke yang berbasis ekonomi bisnis, seperti sekarang kan trend-nya pengolahan sampah itu sudah bergeser ke zero waste, kemudian juga jadi energi dan listrik,” pungkasnya. []

Berita Terkait