Badega Lingkungan Mulai Beraksi, 6 Perusahaan Ditemukan Melanggar

Minggu, 24 Juni 2018 | 18:48:11 | Penulis : bb9 | 207 Kali dilihat

Badega Lingkungan saat beraksi

SOREANG – Selama libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung bersama Badega Lingkungan terus melakukan pemantauan lingkungan di 5 segmentasi sungai.

Kepala DLH Asep Kusumah mengungkapkan, berdasarkan hasil temuan Badega Lingkungan, ditemukan 6 perusahan yang tidak mengelola limbahnya dengan baik.

“Badega Lingkungan yang baru kita rekrut sudah menunjukan progresnya. Dari 5 segmentasi sungai, ditemukan 6 perusahaan melanggar hukum lingkungan. Ada 3 di Majalaya, 2 Katapang dan 1 di Dayeuhkolot. Semuanya sudah mendapatkan teguran lisan dan tindakan teknis, dengan penghentian dan penutupan saluran pembuangan limbah ke sungai,” ungkap Asep Kusumah saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (22/6/18).

Badega Lingkungan ini, kata Asep, bisa disebut penjaga lingkungan, dengan maksud memperkuat ruang partisipasi dan peran aktif masyarakat dalam pengawasan sosial, sehingga menjadi bagian dari penanggulangan permasalahan lingkungan. Badega diberi tugas di 5 segmentasi sungai yaitu wilayah Rancaekek, Dayeuhkolot, Majalaya, Banjaran dan Katapang.

Pemantauan lingkungan yang dilakukan DLH dan Badega di 5 segmentasi sungai tersebut menurut Asep sudah menerima 15 pengaduan masyarakat yang kebanyakannya mengenai pencemaran sungai.

“Kita lakukan penanganan teknis seperti pemantauan kualitas air sungai, visualisasi sungai serta pemantauan isu lingkungan yang berkembang di masyarakat, seperti laporan warga dan pengaduan kepada Badega yang ada di lingkungannya,” imbuh Asep.

Selain temuan enam perusahaan yang melakukan pencemaran sungai, kata Asep, ada 9 sungai yang kondisinya membaik, setelah perusahaan yang beroperasi di sekitarnya mampu mengelola limbahnya dengan baik, yakni Sungai Cibaligo, Cimande, Cikacembang, Cikijing, Cipadaulun, Cipalasari, Cisangkuy, Citepus dan Sungai Cisuminta.

“Beberapa sungai kondisinya membaik, setelah diberikan pemahaman dan mereka bersedia mengelola limbahnya dengan baik. Hasilnya, dengan kerjasama antara pemerintah dan pihak perusahaan, sungai tidak tercemar. Kita harapkan ini bisa terus terjaga, jangan sampai industri itu kembali menjadi sumber pencemar lingkungan,” pungkasnya.

Sementara, ditanyai soal kondisi sungai yang mebaik, salah seorang warga Desa/Kecamatan Margaasih bernama Yadi (40) menaruh harapan besar kepada pemerintah untuk bisa mengembalikan kondisi air sungai seperti zaman dulu.

“Saya berharap agar air sungai seperti ini terus, jernih. Jaman dulu mah seperti ini warnanya bening banyak ikan, tapi sejak ada limbah pabrik jadi hitam dan bau,” harapnya sembari menikmati kebersihan Sungai Cibaligo Kec. Margaasih.

Yadi bersama warga lainnya sangat mendukung program pemerintah terkait penanganan lingkungan yang sudah dilakukan. Dirinya berkomitmen untuk ikut mengawasi dan siap melaporkan jika ada temuan baru terkait pencemaran yang terjadi di wilayahnya.

“Kami sangat mendukung program dari Pemkab Bandung dan siap membantu mengawasi jika memang ke depan ditemukan adanya pencemaran air sungai, baik oleh perusahaan maupun pencemaran oleh warga,” kata Yadi.[pariwara]

Berita Terkait