Bawaslu: Paslon Asyik Langgar Tata Tertib Debat

Kamis, 17 Mei 2018 | 09:22:22 | Penulis : bb1 | 956 Kali dilihat

Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto

BANDUNG – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), terancam menerima sanksi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat.Pasangan tersebut dinilai telah menyinggung pergantian presiden dalam acara Debat Publik Pilgub Jabar ke-2.

Kesimpulan adanya unsur pelanggaran tersebut diketahui setelah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama KPU menggelar pertemuan di Kantor Bawaslu Jabar. “Melanggar tentang debat kampanye putaran ke dua, melanggar tata tertib,” ujar Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto dilansir Antara Rabu (16/5/18).

Harminus mengatakan, setelah melakukan pertemuan dengan KPU dan meminta penjelasan secara rinci, Bawaslu menemukan adanya pelanggaran administratif yang dilakukan oleh paslon Asyik.

Menurutnya, Sudrajat-Syaikhu tidak mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan KPU mengenai tata tertib pelaksanaan debat publik. Keduanya dinyatakan telah melanggar aturan karena membawa atribut di luar yang ditetapkan KPU.

“Itu bahwa di dalam forum tersebut tidak boleh membawa atribut di luar atribut yang telah disepakati. Seharusnya dalam debat disampaikan penyampaian visi, misi, dan program yang diusung pasangan tersebut, dan tidak menyangkut hal lain,” jelas Harmin.

Bawaslu pun memberikan surat rekomendasi kepada KPU yang bisa dijadikan sebagai bahan rujukan penetapan sanksi bagi pasangan Sudrajat-Syaikhu.

“Kami langsung serahkan surat rekomendasi ini, karena KPU yang punya kewenangan untuk memberikan sanksi kepada paslon di Pilgub Jabar ini. Kami harap satu atau dua hari ini sudah ada sanksinya,” kata dia.

Sementara itu, Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat, mengatakan akan mengkaji terlebih dahulu surat rekomendasi dari Bawaslu sebelum menentukan apakah Sudrajat-Syaikhu layak diberi sanksi atau tidak. “Dalam tujuh hari ke depan akan segera diputuskan oleh KPU,” kata Yayat.

Menurutnya, sanksi yang bisa diterima Sudrajat-Syaikhu berupa teguran, pemberian surat, hingga yang paling berat yakni tidak diperkenankan mengikuti debat terakhir atau ketiga. “Nanti kita lihat dari bawaslu bobot pelanggaran administrasinya seperti apa,” kata dia.***

Berita Terkait