Bale JabarKesehatan

Bio Farma Ajak Kampus Riset Produk Baru Vaksin

Dirut PT Bio Farma Dr M Rahman Roestan jadi narasumber Kuliah Umum Leadership Challenges in Digital Biotechnology Industry di Bale Sawala Kampus Unpad Jatinangor, Selasa (5/3/19).by iwa/bbcom

BALE SAWALA – Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Dr M Rahman Roestan mengajak para akademisi untuk berkolaborasi dalam mencari potensi untuk riset produk-produk baru vaksin Bio Farma. Rahman menyebut hingga kini sudah 14 vaksin produk Bio Farma yang diakui Badan Kesehatan Dunia WHO.

“Di kita tersebar potensi-potensi periset untuk membuat produk baru. Karena itu kami mengajak berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi mulai dari Unpad, ITB, sampai ke Indonesia bagian timur seperti Universitas Hasanuddin untuk membuat vaksin yang baru, agar kita ada kemandirian dalam kebutuhan vaksi dan tidak tergantung dengan vaksin impor,” ungkap Rahman kepada Balebandung.com usai jadi nara sumber Kuliah Umum Leadership Challenges in Digital Biotechnology Industry di Bale Sawala Kampus Unpad Jatinangor, Selasa (5/3/19).

Rahman menilai berkolaborasi dengan perguruan tinggi melalui Kemenristek Dikti sangat penting dalam rangka percepatan produk baru, selain terus mempererat sinergi dengan stakeholder terkait lainnya dengan Kementerian Kesehatan BPOM, dan Bappenas.

Di samping meningkatkan kolaborasi di dalam negeri, pihaknya juga terus mempererat sinergi dengan negara-negara Islam seperti yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Sebelumnya, sejumlah delegasi negara OKI mengunjungi Bio Farma di Bandung pada 23 November 2018 untuk saling membantu dan menguatkan sehingga bisa tercapai kemandirian vaksin di negara OKI.

“Kerjasama dengan negara-negara Islam sangat penting, salah satunya dalam rangka kerjasama untuk kriteria halal produk farmasi. Nah, di negara-negara Islam pun vaksin Bio Farma sudah banyak digunakan dan tidak ada masalah sejauh ini,” imbuhnya.

Sementara di Indonesia sendiri, tukas Rahman, masih diperlukan adanya harmonisasi kriteria vaksin, material mana saja yang aman digunakan baik dari sisi kualitas maupun khasiatnya. “Karena itu kami juga gencar melakukan sosialisasi dengan melakukan syiar ke masjid-masjid, juga melalui media sosial,” pungkasnya.***

Tags
Show More

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker