Bunda PAUD: ‘Sinergitas Lintas Sektor Akan Wujudkan KLA’

Kamis, 13 September 2018 | 20:06:53 | Penulis : bb2 | 129 Kali dilihat

Bunda Pendidikan Usia Dini (PAUD) Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang M Naser saat Gebyar PAUD 2000 Anak, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, di Dome Bale Rame Soreang, Kamis (13/9/18). by Humas Pemkab

BALERAME – Sinergitas antar Perangkat Daerah (PD) Kabupaten Bandung, juga dengan dukungan dari seluruh masyarakat, akan mewujudkan Kabupaten Bandung sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dan Ramah Anak di tahun 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan Bunda Pendidikan Usia Dini (PAUD) Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang M Naser saat Gebyar PAUD 2000 Anak, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli lalu, di Dome Bale Rame Soreang, Kamis (13/9/18).

“Alhamdulillah, hari ini semua civitas pemerhati anak mulai dari pengawas, penilik, kepala sekolah, kepala PD (Perangkat Daerah) hadir semua. Semakin banyak pihak memberikan perhatian dan semakin besar keberpihakan terhadap anak, insya Allah Kabupaten Bandung sebagai KLA dan ramah anak di 2020 dapat terealisasikan,” ungkap Bunda PAUD.

Teh Nia menambahkan, guna mewujudkan hal tersebut Pemkab Bandung telah menciptakan beberapa program yang bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bandung, penyuluh dari Kementerian Agama (Kemenag) dan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Save The Children.

“Salah satu program yang kami buat adalah Saperak (Sahabat Perlindungan Anak). Pada program ini orangtua harus tahu di mana anak bermain, dengan siapa anak bermain, permaianan apa yang dimainkan dan yang terpenting libatkan peran ayah dalam pengasuhan. Dengan adanya program Saperak ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif kekerasan terhadap anak,” paparnya.

Selain Saperak, Pemkab Bandung juga memiliki program Akses Untuk Komunitas Difabel (Akurad). Program tersebut diciptakan untuk memberikan fasilitas kepada kaum disabilitas, terutama untuk anak-anak.

“Tidak semua anak memiliki fisik yang sempurna. Dengan adanya Akurad ini diharapkan anak-anak memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan fasilitas umum yang tersedia, termasuk anak berkebutuhan khusus. Ini salah satu upaya Pemkab Bandung dalam memenuhi salah satu hak anak yaitu hak kesamaan,” ungkap Kurnia.

Bunda Paud juga meminta seluruh PD untuk menterjemaahkan yel-yel Anak Kabupaten Bandung (Sehat, Cerdas, Ceria dan Berakhlak mulia) dalam setiap program kerjanya.

“Kami harap yel-yel ini diterjemaahkan ke tingkat yang lebih luas lagi. Sehat di sini adalah optimalisasi tumbuh kembang anak yang sesuai dengan gizi yang seimbang. Untuk cerdas sendiri ialah minat, kognitif dan perkembangan bakat anak. Serta Ceria lebih ke sosial emosional anak,” terang Teh Nia.

Selain yel-yel Anak Kabupaten Bandung, 10 Hak Anak juga dinilai penting dalam keberpihakan terhadap anak-anak. “Indonesia merupakan anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang ikut menandatangani Ratifikasi Konvensi Hak Anak. Nantinya 10 hak anak ini akan diterjemaahkan dalam membina guru-guru Paud dan orangtua di Kabupaten Bandung,” jelas Teh Nia.

Acara bertema Genius (Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat) juga dimeriahkan dengan kehadiran maskot Zeta (Zebra Sahabat Kita) dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Pelajar Pelopor Keselamatan Kabupaten Bandung.

“Ini adalah cara kami untuk menyampaikan pesan kepada anak-anak tentang lalu lintas. Dengan adanya Zeta ini anak-anak jadi lebih tertarik,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung H. Juhana mengucapkan terimakasih kepada PD yang turut membantu mewujudkan Kabupaten Bandung sebagai KLA.

“Untuk merealisasikannya, kami bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung untuk menyisir warnet-warnet yang melanggar menjadi warnet ramah anak. Ini adalah kerjasama lintas sektor. Oleh karena itu saya mengucapkan terimakasih kepada semua stake holder yang telah membantu,” ungkap Juhana.***

Berita Terkait