Bupati; ‘Jangan Ada Lagi Pekerja Anak’

Senin, 26 Februari 2018 | 18:21:48 | Penulis : bb2 | 118 Kali dilihat

Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH,S.Ip.,M.Ip secara simbolis menyerahkan 3 armada bis sekolah, di Gedung Moch. Toha Soreang, Senin (26/2/18). by Humas Pemkab Bdg

SOREANG – Sebagai upaya terwujudnya Kabupaten Layak Anak, Pemkab Bandung mencanangkan Kecamatan Layak Anak (Kelana) dan Desa Kelurahan Layak Anak (Dekela).

Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH,S.Ip.,M.Ip menekankan pencanangan yang dilakukan harus merepresentasikan pemenuhan 10 hak anak, salah satunya menekan angka pekerja anak.

“Pencanangan Kelana dan Dekela ini harus bisa menjabarkan pemenuhan 10 hak anak, seperti hak atas persamaan untuk tumbuh dan berkembang serta berpartisipasi, hak memiliki nama, kewarganegaraan, perlindungan baik fisik, psikis dan moral dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, ekploitasi dan perlakuan yang merugikan anak serta berdampak negatif, hak mendapatkan makanan, hak pendidikan, kesehatan, hak rekreasi, bermain dan hak atas peran dan keterlibatan anak dalam pembangunan, kita upayakan terus agar tidak ada lagi pekerja anak, ” urai bupati saat launching Kelana dan Dekela di Gedung Moch. Toha Soreang, Senin (26/2/18).

Dalam hak perlindungan, bupati menegaskan agar tidak ada lagi pekerja anak sebagai tulang punggung keluarga. Menurutnya anak harus menjalani kehidupan yang normal, bermain, belajar dan bergembira, sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Tujuan perlindungan anak sendiri, terang Dadang Naser, yakni untuk menjamin terpenuhinya hak anak agar dapat hidup tumbuh dan berkembang, serta berpartisipasi secara optimal dalam pembangunan. Jangan ada lagi pekerja anak. Mereka harus mendapatkan perlindungan dari segala kemungkinan yang merugikan mereka sendiri.

Melihat perubahan global saat ini, kata Dadang, tata nilai agama, sosial dan budaya lokal sudah terancam. Maka dari itu diperlukan perlindungan bagi anak, seperti upaya rehabilitasi dan memberdayakan anak yang mengalami tindak perlakuan yang salah.

“Kabupaten Bandung sudah memiliki FAD (Forum Anak Daerah) di 31 Kecamatan dan 3 FAD di tingkat desa, yang sudah terlibat dalam perencanaan musrenbang pembangunan. Infrastruktur ruang publik yang ramah anak juga sudah ada seperti Taman Uncal, Taman Anak Sabilulungan, Taman Pacan Tells, perpustakaan dan sains center,” sebutnya.

Dadang menerangkan, jumlah sekolah ramah anak di Kabupaten Bandung ada 217 SD, 72 SMP, 1 SMA, 1 MI atau MTS dan di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sekitar 1.800. Angka tersebut menandakan Kabupaten Bandung sudah mengimplementasikan hak anak untuk pendidikan.

“Kita lakukan hal ini demi mempercepat terbangunya Kelana dan Dekela untuk KLA. Maka saya himbau semua kalangan perangkat daerah, berbagai element dan masyarakat untuk saling mendukung, mendorong dan memotivasi, serta memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Bandung Layak Anak,” serunya.

Pada kesempatan itu Bupati juga meluncurkan 3 armada bis sekolah sebagai sarana meningkatkan akses pendidikan di 3 wilayah kecamatan, yaitu Kertasari, Cikancung dan Pangalengan.[]

Berita Terkait