Bupati; Perbaikan Tanggul Sungai yang Jebol Kewenangan BBWS

Rabu, 28 Februari 2018 | 18:36:14 | Penulis : bb1 | 178 Kali dilihat

Bupati Bandung Dadang Naser saat meninjau Sungai Rancaeunteung Desa Sukamanah Kec Rancaekek yang airnya masih meluap, Rabu (28/2). by iwwa/bbcom

MAJALAYA – Bupati Bandung Dadang Naser meninjau lokasi yang terdampak banjir di Kecamatan Majalaya dan Rancaekek, Rabu (28/2/18). Lebih dari itu rombongan bupati juga menyerahkan bantuan secara simbolis kebutuhan yang diperlukan warga terdampak banjir di Kecamatan Rancaekek, Majalaya, Paseh dan Kecamatan Ibun.

Bupati mengakui banjir kali ini merupakan terparah, terutama di Majalaya, akibat intensitas hujan yang sangat tinggi di semua wilayah cekungan Bandung.

“Banjir kali ini memang akibat intensitas hujan yang sangat tinggi di cekungan Bandung, akibatnya dari arah selatan utara, dan timur, air hujannya run off, larinya ke wilayah Kabupaten Bandung semua, sehingga meluapkan air Sungai Citarum yang akhirnyanya tertampung di Baleendah dan Dayeuhkolot, juga Bojongsoang,” jelas Dadang kepada Balebandung.com,usai tinjauannya di Majalaya, rabu (28/2).

Terutama di Majalaya yang menampung air hujan dari Kecamatan Kertasari, Pacet dan Ibun yang membuat limpasan air Citarum sangat deras dan menyebabkan kerusakan rumah serta tanggul-tanggul penahan air Sungai Citarum.

“Dari laporan warga itu ada beberapa tanggul sungai yang jebol di Majalaya sehingga banjirnya sangat parah. Dari yang tadinya ada kawasan di Majalaya yang tidak pernah terkena banjir, sekarang jadi terkena. Misalnya di Alun-alun Majalaya dan Masjid Agung, sekarang ikut tergenang juga, padahal biasanya tidak,” kata bupati.

Sementara di Kecamatan Rancaekek, menurut bupati sebenarnya di Desa Linggar banjir sudah berkurang pasca pelurusan Sungai Citarik oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum Namun akibat normalisasi sungai di Linggar, kali ini Desa Sukamanah yang kebanjiran.

“Tadi saya meninjau sungai di Kampung Rancaeunteung Desa Sukamanah, memang kondisi airnya masih meluap. Ini akibat normalisasi Sungai Citarik di Desa Linggar. Untuk solusinya nanti kita akan buatkan danau buatan penampung air di Tegalluar Kecamatan Bojongsoang,” kata Dadang.

Ditanya soal tanggul-tanggul sungai yang roboh di Majalaya akibat hempasan air banjir yang deras, Dadang mengatakan memang tanggul tersebut kebanyak sudah tua sehingga lapuk dan mudah ambrol.

“Sementara untuk tanggul-tanggul sungai itu kebanyakan kewenangannya BBWS Citarum, sehingga untuk perbaikannya pun kita laporkan dulu ke BBWS. Sebaiknya untuk perbaikannya tidak usah menunggu lelang, yang bisa dikerjakan langsung saja, karena ini sifatnya darurat,” jelasnya.

Seperti tanggul di Sungai Cikaro Desa Majakerta Kecamatan Majalaya dan Sungai Tarikolot di Kampung Sukasari Kecamatan Paseh yang jebol, pada Kamis (22/2) lalu. Akibatnya air meluber ke permukiman warga Paseh dan Majalaya. []

Berita Terkait