Bupati Puji Program Kota 1.000 Terang BSB Sabilulungan

Minggu, 4 November 2018 | 16:55:10 | Penulis : bb2 | 141 Kali dilihat

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH, S.Ip.,M.Ip, menghadiri acara Program “Kota 1.000 Terang” sebagai tema HUT Bank Sampah Bersinar (BSB) ke-4 YSBI di Dome Bale Rame Soreang, Sabtu (3/11/18). by Humas Pemkab

BALERAME – Program “Kota 1.000 Terang” sebagai tema HUT Bank Sampah Bersinar (BSB) ke-4 Yayasan Solusi Bersinar Indonesia (YSBI), mendapatkan pujian istimewa dari Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH, S.Ip.,M.Ip, di Dome Bale Rame Soreang, Sabtu (3/11/18).

Bupati mengatakan, dengan latar belakang menumbuhkembangkan, meningkatkan kesadaran, mengubah prilaku, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang dilakukan melalui prinsip Reuse, Reduse, Recycle (3-R) melalui kegiatan Bank Sampah, YSBI mampu memberikan kontribusi yang signifikan dan membangun solusi bersama masyarakat.

“Saya sangat berterima kasih atas dilakukannya program Kota 1.000 terang oleh BSB Sabilulungan. Sejak dibentuk tahun 2014 lalu, secara simultan BSB terus menerus membangun kesadaran masyarakat, dan mengubah perilaku kalau sampah itu bisa berdaya, baik sebagai sumber energi bahkan bernilai ekonomi,” ungkap bupati.

Dalam pelaksanaannya di Soreang, lanjut bupati, program tersebut mengangkat isu-isu lingkungan, terutama soal Citarum Harum sebagai program pemerintah. Dadang menyebutkan, semua kegiatan terselenggara dengan kerjasama CSR dari BUMN PLN dan BNI sebagai Bank yang menerbitkan tabungan dari nilai tukar sampah terkonversi jadi uang tabungan.

“Semua bisa berkontribusi untuk Citarum Harum. Salah satunya masyarakat bisa bergabung menjadi nasabah di BSB. Nanti sampah yang dihasilkan harus dipilah berdasarkan jenisnya, dikumpul, lalu disetor ke BSB. Hasilnya bisa menjadi uang, bisa untuk bayar listrik, PDAM, pulsa, sembako, bahkan pinjam uang pakai sampah,” paparnya.

Dadang berharap, kegiatan tersebut harus mendapatkan dukungan dari semua pihak melalui program serupa. Menurutnya, program bank sampah yang juga dilakukan di setiap kecamatan dan sekolah bisa dikembangkan dengan pola seperti BSB. Asalkan ada gerakan masif sabilulungan dengan kepentingan yang sama, untuk membangun solusi masalah lingkungan, setidaknya sampah bisa tertangani, bahkan menguntungkan.

“Saya harap bank sampah di seluruh wilayah di Kabupaten Bandung bisa terus aktif, bahkan mengadaptasi pola BSB. Sudah saatnya kita menjadi bagian dari solusi, bukan hanya menyumbang masalah,” ucapnya.***

Kota 1.000 Terang, Tata Kelola Sampah sebagai Budaya Baru

Berita Terkait