Bupati Terjun Langsung di Gerakan Tutup Lubang

Rabu, 11 April 2018 | 19:16:56 | Penulis : bb1 | 137 Kali dilihat

Bupati Bandung H. Dadang M.Naser, SH,S.Ip.,M.Ip didampingi Dandim 0609 Letkol Arh. A. Andre Wira Kurniawan,S.Ap.,M,.Si dan Kapolres Bandung AKBP. Indra Hermawan,SH,S.IK.,MH bersama warga secara simbolis membuka Gerakan Tutup Lubang (GTL) jalan di Jl. Parungserab Kecamatan Soreang, Rabu (11/4/18). by Denni Humas Pemkab Bdg.

BOJONGSOANG – Bupati Bandung H. Dadang M.Naser, SH,S.Ip.,M.Ip memimpin langsung Gerakan Tutup Lubang (GTL) jalan serentak, yang dilakukan di 31 Kecamatan Kabupaten Bandung.

Agenda yang digagas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bandung ini menurut setidaknya dua kali dalam setahun, sebagai upaya pemerintah dalam mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang disebabkan jalan rusak.

“Selain dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Bandung dan hari besar lain setiap tahunnya, GTL ini diinisiasi Dinas PUPR untuk menurunkan angka kecelakaan akibat kerusakan jalan. Jadi, kita lakukan serentak di seluruh wilayah yang terdapat kerusakan jalan. GTL ini dilakukan untuk menjaga kestabilan jalan mantap di Kabupaten Bandung, karena infrastruktur jalan itu sifatnya dinamis,” terang Bupati usai melakukan rangkaian GTL Jl. Tegalluar- Rancaoray di Kantor Desa Buahbatu Kecamatan Bojongsoang, Rabu (11/4/18).

Terkait komitmen Pemkab Bandung untuk mewujudkan jalan mantap, Bupati optimis akan merealisasikannya 90% dari panjang jalan Kabupaten Bandung 114.793 kilometer. Menurutnya, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bandung dinilai sudah baik, namun karena sifatnya dinamis oleh kondisi cuaca yang buruk juga volume kendaraan yang cukup banyak, tentu akan ditemukan beberapa jalan yang rusak lagi. Bupati berharap dengan hadirnya gubernur yang baru nantinya, infrastruktur di setiap daerah bisa lebih mantap.

“Untuk jalan mantap kita optimis 90%, karena kondisi cuaca dan volume kendaraan yang semakin banyak, meski pembangunannya sudah baik, tapi jalan kembali rusak. Kami mengusulkan kepada gubernur yang akan terpilih nanti, sebaiknya sudah saatnya dilakukan pembangunan jalan layang dari perbatasan Jl. Buahbatu sampai Baleendah, karena itu kewenangan Provinsi sebagai upaya mengurangi kemacetan,” harapnya.

Lebih lanjut Dadang menandaskan bahwa GTL juga sebagai upaya lain dalam membenahi jalan rusak, sementara pembangunan infrastruktur yang sifatnya permanen dipersiapkan atau sedang menunggu lelang.

Kepala DPUPR Agus Nuria menjelaskan, agenda GTL yang dilakukan serentak tahun ini, secara simbolis dilakukan bupati di 7 titik GTL, yakni Jl. Parungserab Kecamatan Soreang, Jl. Gandasari Kecamatan Cangkuang, Jln.Lebakwangi Kecamatan Banjaran, Jl. Arjasari- Garduh Kecamatan Arjasari, Jl. Solokanjeruk-Rancakasumba Kecamatan Solokanjeruk, Jl. Sapan-Tegalluar, dan berakhir di Jl. Tegalluar-Rancaoray Kecamatan Bojongsoang.

“GTL ini kita lakukan secara bertahap untuk jalan rusak di seluruh kecamatan. Bapak Bupati turun langsung terlibat melakukan GTL dengan kerja sabilulungan. Di titik awal tadi Pak Bupati bersama Dandim 0609 Letkol Arh. A. Andre Wira Kurniawan,S.Ap.,M,.Si, Kapolres Bandung AKBP. Indra Hermawan,SH,S.IK.,MH dan warga, bersama-sama mengotong pasir dan batu (Sirtu), lalu kemudian memadatkannya, di titik akhir, malah Bapak sendiri yang mengendarai stoomwall,” terang Agus.

Menurutnya GTL ini melibatkan seluruh Unit Pelayanan Teknis (UPT) Sarana dan Prasarana PUPR juga UPT Sub. Daerah Aliran Sungai (DAS) PUPR. Sebab selain penutupan jalan berlubang, dilakukan juga pembersihan aliran drainase dari sampah penyumbat gorong-gorong.

“Terima kasih kepada semua yang mendukung dan kita maksimalkan seluruh potensi yang ada untuk GTL, bukan hanya UPT dan DPUPR, tapi beberapa Perangkat Daerah juga turut mendukung, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Disperkimtan, BPBD, Disperin, Badan Kesbangpol, Bagian infrastruktur, perangkat daerah lainnya serta Para Camat dan pihak kepolisian,” tutup Agus. []

Berita Terkait