Bale JabarPolitik Jabar

Buyung Lalana-Eka Santosa Siap Maju di Pilgub Jabar 2018

kiri-kanan; Ketum DPP Gerakan Hejo Eka Santosa, sesepuh Jawa Barat Solihin GP, Ketua DPKLTS Prof. Mubiar Purwasasmita, Mayor Jenderal TNI Mar (Purn.) Buyung Lalana, saat di kediaman Mang Ihin yang juga mantan Gubernur Jabar (1970 – 1974) di Jl. Cisitu Indah, Dago, Bandung, Mingg (20/2). by ist
kiri-kanan; Ketum DPP Gerakan Hejo Eka Santosa, sesepuh Jawa Barat Solihin GP, Ketua DPKLTS Prof. Mubiar Purwasasmita, Mayor Jenderal TNI Mar (Purn.) Buyung Lalana, saat di kediaman Mang Ihin yang juga mantan Gubernur Jabar (1970 – 1974) di Jl. Cisitu Indah, Dago, Bandung, Mingg (20/2). by ist

BANDUNG – Mayor Jenderal TNI Mar (Purn.) Buyung Lalana bersama Ketua Umum DPP Gerakan Hejo Eka Santosa membulatkan tekad untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur – Wakil Gubernur Jawa Barat, . Berbekal restu sesepuh Jawa Barat Mang Ihin, sapaa Solihin GP, keduanya hadir di kediaman Mang Ihin yang juga mantan Gubernur Jabar (1970 – 1974) di Jl. Cisitu Indah Bandung, Dago, Kota Bandung, Minggu pagi (20/2 /17).

Ketua Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) Prof. Mubiar Purwasasmita mengatakan acara bersilaturahim dan berdiskusi membahas soal lingkungan dan lainnya di Jawa Barat bersama Mang Ihin memang sudah jadi kegiatan rutin.

“Bedanya kali ini, ada Kang Buyung. Beliau ini asli orang Jabar kelahiran Bandung. Rupanya cocok dipasangkan dengan Kang Eka,” kata Mubiar.

Diketahui belakangan, Buyung Lalana (59) yang ditemani istrinya Adriana Buyung Lalana, hadir sekaitan niat mencalonkan dirinya sebagai Gubernur Jabar 2018 -2023. Buyung yang kelahiran Bandung, masa kecilnya dihabiskan di daerah Cikaso Bandung. Ia alumni SMAN 9 Bandung dan lulusan Akademi Angkatan Laut 1983. Terahkir Buyung berdinas sebagai Komandan Korps Marinir (30/3/2015 – 15/6/2016). Kini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Perhubungan.

“Nama Buyung di diri saya itu karena ketika lahir bapak saya sedang bertugas di Padang Sumatera Barat”, papar Buyung menjelaskan asal-usul namanya, yang mungkin terasa agak asing bagi warga tatar Sunda

“Eka biar jadi tukang beberes. Buyung itu orangtuanya asal Tasikmalaya dan Sumedang, Percayalah, ini pasangan ini clean and capable. Jabar yang darurat lingkungan, biar segera pulih, dan rakyatnya makmur,” ungkap Mang Ihin menjelaskan sekilas sosok pasangan ini.

“Tak sabar saya. Segera bereskan Jabar dari kondisi awut-awutan birokrasi, alam dan lingkungannya. Yang bangor itu biar diteunggeul (dipukul), tapi rakyatna diayomi,” imbuh Mang Ihin yang mantan Sesdalopbang (Sekertaris Pengendalian Logistik dan Pembangunan) pada era Orde Baru.

Ditanya soal kehadiran pasangan ini terkesan tiba-tiba, Mang Ihin menjawab yang terpenting, esensi pasangan ini cocok. “Saya sudah tanyai keduanya. Buat apa lama dicocok-cocokan, lalu hasilnya sontoloyo?!”, selorohnya disertai reaksi derai tawa hadirin.

Sapu Lidi & Panco
“Sejak awal, saya siap dipasangkan dengan siapa saja. Syaratnya, punya visi dan misi terhadap lingkungan, dan sejalan dengan perjuangan Mang Ihin. Tak gampang ternyata, mencari pasangan yang cocok itu”, papa Eka yang juga sebagai Duta Sawala (Sekertaris Jenderal) BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar.

Ada hal unik, usai diskusi intensif yang berlangsung lebih dari dua jam ini. Di teras kediaman Mang Ihin yang tampak resik, di antara kehijauan yang asri, berlangsung prosesi spontan untuk pasangan ini. Pertama, keduanya diajak panco, sambil Mang Ihin berucap:”Satukan tenaga kalian, biar yang coba-coba mengganggu mundur dengan sendirinya. Kalian harus kuat dan akur”.

Prosesi kedua, pasangan ini diminta menyiram air ke tanaman sambil memegang gembor:”Nah, jadikan nanti Jabar hijau kembali, airnya cukup di musim kemarau, dan tak banjir di musim hujan”, seru Mang Ihin di sela tepuk tangan dari hadirin.

Terakhir, ini mungkin prosesi paling unik, Mang Ihin sekenanya menyabet sapu lidi yang ada di teras rumahnya:”Ini buat kalian, pegang erat. Sapu ini, silahkan tafsirkan sendiri …”, jelas Mang Ihin yang diamini tanda mengerti pemberian simbol sapu lidi ini. “Pasti ini simbol senjata buat membasmi koruptor di Jabar”, celetuk salah satu hadirin.

Secara terpisah momen ini di kalangan pengamat dan praktisi politik di Jawa Barat memunculkan sinyal kuat – pasangan inilah yang akhirnya direstui Mang Ihin untuk memimpin Jabar era 2018 – 2023. “Dihitung-hitung ini sudah ketujuh kalinya Eka dipasangkan dengan calon gubernur. Rupanya, di mata Mang Ihin inilah yang dianggap paling pas,” ungkap Yan Rizal.

Tags
Show More

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker