Coblong Siap Sukseskan PPDB

Selasa, 17 Mei 2016 | 18:51:45 | Penulis : bb1 | 508 Kali dilihat

Camat Coblong Anton Sugiana saat Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Selasa (17/5). by Meiwan Humas Pemkot Bandung
Camat Coblong Anton Sugiana (kanan) saat Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Selasa (17/5). by Meiwan Humas Pemkot Bandung

SUMURBANDUNG – Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini semakin menitikberatkan peran kewilayahan dalam penentuan siswa miskin yang layak untuk masuk jalur afirmasi Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP).

Camat Coblong Anton Sugiana memaparkan pihaknya sudah turun ke lapangan untuk memastikan proses berjalan dengan lancar. Anton menyebut jumlah masyarakat miskin di Kecamatan Coblong sebanyak 4.550 jiwa dari total keseluruhan populasi 128.500 jiwa.

Berdasarkan hasil pendataan, sejauh ini terdapat 12 siswa yang rentan putus sekolah. “Paling banyak dari Kelurahan Sadang Serang,” ungkap Anton saat Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Selasa (17/5/16).

Saat ini pendataan siswa rentan putus sekolah masih dilakukan. Hal tersebut sesuai dengan instruksi Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil yang menyatakan bahwa aparat kewilayahan harus lebih proaktif.

“Tahun ini aparat kewilayahan lebih proaktif lagi untuk melakukan himbauan, ajakan, sosialisasi, dan pemantauan dan pendataan warga yang rentan putus sekolah,” ungkap Anton. “Jangan kebalik, jangan warga yang mendatangi kelurahan, tapi aparat kewilayahan bersama RW, RT, Karang Taruna, dan LPM yang turun ke bawah.”

Meskipun sudah ada program kesejahteraan masyarakat, baik di tingkat pusat maupun daerah berupa jaminan kesehatan, Kartu Indonesia Sejahtera, dan sebagainya, pihak kecamatan tetap harus melakukan pendataan bagi warga miskin yang belum terdaftar. Anton mengistilahkannya dengan “orang miskin baru.

“Tapi yang paling penting itu adalah warga yang memang tidak terdata, tidak punya kartu, dan anaknya memang rentan putus sekolah. Kita sampai datang ke rumah,” tandas Anton. Kebanyakan kasus yang ditemui Anton atas penyebab adanya ‘orang miskin baru’ tersebut adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan alasan kesehatan.

Terkait dengan data siswa miskin ini, secara intensif Anton juga berkomunikasi dengan seluruh kepala sekolah di wilayah Kecamatan Coblong, termasuk dengan sekolah swasta. “Tujuannya memvalidasi dan memverifikasi data yang sudah ada, dianalisa,” terangnya.

Koordinasi tersebut terus dilakukan agar data semakin akurat. Anton berharap data siswa miskin dapat berkurang seiring dengan peningkatan taraf ekonomi masyarakat.

“Harapan kita data ini teh si warga miskin berubah jadi kaya. Bukan bertambah miskin,” harapnya. Pihaknya juga beberapa kali menemukan siswa miskin yang tidak perlu lagi menggunakan jalur afirmasi RMP ini karena menyatakan diri sudah mampu.

Camat berharap agar masyarakat menggunakan berbagai jalur PPDB sesuai dengan haknya. Dengan demikian, program bantuan untuk meringankan beban siswa miskin ini bisa tepat sasaran.

Berita Terkait