Dari Sini Kisah Bedah Rutilahu Polsek Ibun Bermula Kencleng Jumat agar Polisi Bisa Dekat dengan Masyarakat

Selasa, 19 Desember 2017 | 08:04:36 | Penulis : bb1 | 584 Kali dilihat

Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi bersama Nana RT 03 RW 09 Desa Karyalaksana, Kec Ibun yang rumahnya mendapat bantuan bedah rutilahu dari Polsek Ibun. by bb8
Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi bersama Nana RT 03 RW 09 Desa Karyalaksana, Kec Ibun yang rumahnya mendapat bantuan bedah rutilahu dari Polsek Ibun. by bb8

IBUN – Tidak disangka-sangka, Polsek Ibun hingga kini sudah merehab 35 rumah tidak layak huni milik warga yang berada di wilayah hukumnya sejak September 2016. Hal ini membuat salut dan bisa bikin kita tercengang.

Mungkin masih agak penasaran, dari mana dana untuk merehab rutilahu sebanyak itu. Apa yang membuat jajaran Polsek Ibun begitu tergerak hatinya untuk merenovasi puluhan rutilahu milik warga setempat.

Kapolsek Ibun Iptu Asep Dedi menuturkan, semua bermula dari programnya yang disebut Kencleng Jumat, saat dirinya baru menjabat Kapolsek Ibun sejak Desember 2015. Awalnya Kencleng Jumat yang diinisiasi Kapolsek ini semata-mata untuk ibadah dengan berbagi, di samping agar masyarakat bisa lebih mengenal dan lebih dekat dengan jajaran kepolisian, khususnya di wilayah Ibun.

“Kencleng Jumat itu awalnya untuk program Jumat Berbagi. Jadi, setiap hari Jumat saya bersama anggota mengisi Kencleng Jumat yang sudah kita sepakati bersama, untuk kemudian hasil kencleng dibagikan kepada para jompo dan anak yatim selepas sholat Jumat. Mereka kami jemput pakai mobil patroli, untuk dibawa ke Mapolsek Ibun dan dari sinilah program Jumat Berbagi disalurkan,” tutur Kapolsek kepada Balebandung.com, Senin (18/12/17).

Asep mengaku dengan Program Kencleng Jumat pihaknya ingin masyarakat bisa lebih mengenal dan lebih dekat dengan kepolisian. “Alhamdulillah, masyarakat sekarang dekat dengan polisi. Mereka tidak lagi mengira kalau polisi itu galak, tidak perlu takut lagi,” ucapnya.

Beberapa bulan Kencleng Jumat terus berjalan. Asep mengaku dalam sebulan biasanya bisa terkumpul sekitar Rp. 1,5 juta. Saat bulan Ramadhan 2016 pun Program Jumat Berbagi masih terus berjalan. Sampai pada akhirnya saat saat Hari Raya Idul Adha 2016, ketika anggota Babinkamtibmas Polsek Ibun membagikan daging kurban kepada warga yang berhak, anggota itu menemukan rumah Ny Popon (71), warga Desa Cibeet bernama Popon yang kondisinya memprihatinkan.

“Babinkamtibmas Desa Cibeet waktu itu bilang sama saya, kalau dia menemukan rumah warga yang kondisinya memprihatinkan. Akhirnya kami kunjungi rumah Bu Popon itu, lalu dengan kesepatakan bersama anggota, kita memutuskan untuk membantu rehab rumahnya. Dalam waktu 15 hari rumah Bu Popon itu sudah beres direhab,” tutur Kapolsek.

Asep mengatakan dana untuk perbaikan rumah Popon itu berasal dari Kencleng Jumat. Hingga akhirnya Program Jumat Berbagi diubah waktunya selama bulan Ramadhan saja. Selebihnya untuk dana perbaikan rutilahu warga.

Dari rumah Popon yang beres dibedah, ternyata Kencleng Jumat terus berjalan dan satu persatu rutilahu warga di wilayah Polsek Ibun direhab atas bantuan Polsek Ibun. Bukan saja rutilahu yang direhab, tapi rumah warga yang menjadi korban kebakaran pun dibantu untuk dibangunkan lagi. Bahkan kalau ada mesjid atau mushola yang perlu diperbaiki, langsung diperbaiki pula.

Dihitung-itung, sebut Asep, Kencleng Jumat yang terkumpul Rp1,5 juta setiap bulannya itu, dalam setahun terkumpul sekitar Rp 20 jutaan. Bagaimana cukup untuk membedah puluhan rutilahu?

“Kami tidak ada pembukuan selama program rehab rutilahu. Pembukuan kami hanya berupa bon-bon dari toko material. Setelah dihitung-itung, ternyata sudah keluar Rp200 jutaan untuk pembelian material. Tapi semua sudah beres, uangnya entah dari mana, selalu saja ada bantuan. Kencleng Jumat berkembang bukan saja saya bersama anggota yang mengisinya, tapi ada juga dari keluarga anggota, ada dari masyarakat yang ingin beramal,” kata dia.

Asep menampik jika Kencleng Jumat juga diisi oleh pihak swasta atau perusahaan. “Kami bukannya tidak ingin ke perusahaan, tapi karena jenjang atau prosesnya kan lama. Lebih baik dari kami sendiri saja, meskipun seadanya. Lagi pula perusahaan juga kan punya program mereka sendiri terkait bedah rutilahu,” tukasnya.

Hingga kini Program Kencleng Jumat terus berjalan. Kapolsek mengaku yang memotivasi dalam program ini karena semata-mata untuk ibadah. “Meskipun saya sedang tidak ada di tempat seperti berangkat umroh kemarin, tapi program terus berjalan oleh anggota. Perbaikan rutilahu pun terus berjalan. Jadi, saya juga kalau tidak didukung dan dibantu anggota mungkin tidak akan berjalan program ini,” ujarnya merendah.

Bedah Rutilahu yang dilakukan Polsek Ibun melalui Program Kencleng Jumat ini memang patut diapresiasi dan jadi inspirasi. Dari sini kita bisa tahu bahwa tugas polisi bukan sekadar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau penegakan hukum saja meskipun itu prioritas, tapi juga melayani dan mengayomi masyarakat, termasuk di bidang sosial, yang membuat profesi polisi menjadi lebih mulia lagi. [mang bale]

Berita Terkait