Bale Kab BandungKesehatan

Dengan JKN-KIS, Kang Iwa Kini Tak Perlu Bayar Ratusan Juta untuk Operasi Jantung

Peserta JKN KIS R. Abdurahman

SOREANG – Serangan jantung bisa datang kapan saja ketika ada penyempitan atau tersumbatnya arteri koroner yang memasok darah ke otot jantung. Agar tidak sampai membahayakan nyawa, tindakan yang sering dilakukan yaitu memasang ring (stent) untuk kembali melancarkan aliran darah ke bagian jantung. Namun biaya pemasangan ring tidaklah murah. Apalagi kalau harus memakai lebih dari satu ring, biayanya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Di era Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), mahalnya biaya pemasangan ring tidak lagi menjadi hambatan. Dengan prinsip gotong royong yang dijalankan program ini, pasien penyakit jantung kini bisa mendapatkan pengobatan yang lebih komprehensif untuk kesembuhan penyakitnya.

Seperti yang dialami R. Abdurahman (55). Pria yang biasa dipanggil Kang Iwa ini tengah dirawat inap di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat, Jumat (25/1/19). Kang Iwa sudah terindikasi mengalami penyakit jantung sejak awal tahun 2014. Awal tahun ini, ia baru saja menjalani operasi pemasangan ring yang ketiga. Pemasangan ring pertama dibayar sendiri oleh Kang Iwa dengan total biaya sekitar Rp75 juta, karena waktu itu ia masih belum menjadi peserta JKN-KIS.

“Tapi karena sekarang saya sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS di kelas 1 segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), maka pemasangan ring kedua dan ketiga semuanya dijamin BPJS Kesehatan. Makanya saya sangat berterima kasih sekali, entah bagaimana kalau sampai terus-terusan pakai biaya sendiri, mungkin rumah, kendaraan, harta pun sudah pada dijual untuk biaya pengobatan saya,” ucap Kang Iwa.

Mantan wartawan dan anggota PWI ini menuturkan sejak awal menggunakan JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan, ia tidak pernah merasa dibeda-bedakan oleh dokter maupun pihak rumah sakit. Pelayanan kesehatan yang dirasakannya pun mendapat pujian memuaskan, sehingga ia tidak pernah mengeluhkan apapun prosedurnya yang dijalani.

“Alhamdulillah saya merasa dilayani dengan baik. Tetapi herannya tetap saja ada peserta atau masyarakat yang mengeluh. Mengikuti prosedur kan kewajiban peserta. Masa diminta untuk sesuai prosedur dianggap menyulitkan dan langsung mengeluh. Jalani saja dulu, ikutin aturan mainnya, aturan dibuatkan untuk menertibkan. Giliran ditolak rumah sakit, ngomel-ngomel, bicara yang tidak-tidak. Padahal salahnya itu bisa saja pesertanya tidak rajin bayar iuran, tidak paham atau malah tidak mau mengikuti prosedur. Kalau sampai demikian jelas kesalahan ada pada peserta sendirinya, jangan lantas menyalahkan BPJS Kesehatan,” tutur Kang Iwa.

Iwa mengaku jadi peserta JKN-KIS semata-mata untuk menolong dirinya dan orang lain. “Iurannya di kelas 1 hanya Rp80 ribu. Sementara paling murah di kelas 3 cuma 25 ribu rupiah. Ya, masa dengan uang segitu kita merasa rugi dibandingkan pelayanan kesehatan yang ditanggung BPJS Kesehatan? Seharusnya banyak-banyak bersyukur pemerintah menyelenggarakan program ini karena bermanfaat sekali bagi masyarakat,” pungkas Iwa.***

Pelayanan Kesehatan JKN-KIS Sama Baiknya dengan Pelayanan Pasien Umum

 

 

Tags
Show More

Baca Juga

3 Comments

  1. Kenapa masih ada warga Desa Cinanggela Kecamatan Pacet Kab.Bandung silahkan cek atas nama Ujang Kartika ,ia mengidap Tumor hingga kondisinya tak menentu sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker