Bale Kab BandungPeristiwa

Densus 88 Ciduk Terduga Teroris di Banjaran

Densus 88 bersama Polda Jabar menggeledah tempat usaha karpet milik A di Kp Babakan Sangkuriang 03/01, Desa/Kec Dayeuhkolot, Kab Bandung, Jumat (26/5). by ist

BANJARAN, Balebandung.com – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 meringkus salah seorang terduga teroris berinisial TK (33) di Desa Pasirmulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (3/4) sore. Diduga yang bersangkutan merupakan jaringan teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Tim Densus kemudian menggeledah rumah terduga di Desa Sindangpanon dan mengamankan beberapa barang yang membahayakan. Terduga sendiri telah dibawa ke Mabes Polri.

Ketua RW 15 Ikhsan Yuniwar (52) membenarkan peristiwa tersebut sekaligus kaget salah seorang warganya diduga terlibat dalam jaringan teror.

“Tidak menyangka (TK ditangkap),” ujar Ikhsan kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, Kamis (4/4/19). Menurut Ikhsan, TK tinggal di wilayah tersebut sejak 2012. Namun, secara resmi menjadi warga RW 15 sejak 2014. TK diketahui berasal dari Kota Bandung.

Selama ini, dirinya mengenal TK sebagai sosok pengusaha pakaian yang aktif di dalam kegiatan mesjid setempat periode 2012-2013. Ia mengatakan, usaha yang dijalankan oleh warganya tersebut dilakukan secara online.

Tidak hanya itu, sosok TK dikenal baik dan mudah bersosialisasi. Bahkan warganya tersebut pada 2012-2013 pernah dijadwalkan mengisi kultum di salah satu mesjid yang berada di lingkungan pemukiman. “Yang bersangkutan sering salat subuh, magrib dan isya di Masjid,” kata Ikhsan.

Namun, ia menilai jika yang bersangkutan terbilang fanatik. Bahkan, pada satu kesempatan diskusi di 2013 seusai salat subuh, TK mennyampaikan pandangannya jika ia tidak menerima sistem pemerintahan Indonesia.

“Pas beres salat subuh pernah diskusi, ia tidak pernah menerima sistem pemerintah kita. Harus ada konsep Islam. Kalau mau konsep Islam, dalami dulu Al-Quran,” ujarnya menyampaikan pandangan kepada TK saat dulu.

Ikhsan melanjutkan, sosok TK yang memiliki istri berinisial YF (35) pun dikenal dermawan sebab pernah saat Lebaran Idul Adha menyalurkan kurban 1 ekor sapi. Tidak hanya itu, usaha yang dijalankannya pun terbilang berkembang dan maju.

Namun, dirinya menceritakan sejak menjabat sebagai Ketua RT pada 2013, perilaku TK cenderung berbeda jika saat bertemu. “Kalau ketemu kaya yang gak kenal saya. Pernah ketemu, biasa aja (sikapnya),” katanya.

Padahal menurut Ikhsan, beberapa waktu sebelumnya, jika diajak berbicara terbilang komunikatif. Ia pun mengaku terakhir bertemu dengan TK pada Jumat dua pekan lalu. ***

Tags
Show More

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker