Di Soreang, Prabowo Curhat Soal Media dan Lenyapnya Indonesia

Jumat, 30 Maret 2018 | 18:33:01 | Penulis : bb1 | 551 Kali dilihat

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berorasi politik, di Hotel Sutan Raja Soreang, Jumat (30/3/18). by iwa/bbcom

SOREANG – Merasa kerap dipojokkan media massa, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto beberapa kali curhat soal media di hadapan kader dan simpatisan Gerindra yang hadir di Ballroom Hotel Sutan Raja Soreang, Jumat (30/3/18).

Saat ini Prabowo memang sedang keliling Jabar dalam program Prabowo Menyapa Jawa Barat. Kabupaten Bandung adalah daerah yang ketujuh dikunjunginya dari 27 kabupaten/kota di Jabar.

Di sela orasinya, Prabowo menyinggung soal kehadiran media dalam acara itu. Menurutnya kebocoran dan utang luar negeri yang terjadi merupakan hal yang benar apalagi Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri mengakui.

“Ada wartawan nggak yah di sini? Kalau Prabowo ngomong bener nggak ada yang liput. Kalau ada yang nggak bener diliput semua,” kata Prabowo sambil membuka kopiah yang dikenakannya karena ruangan berasa panas. Ia pun menggulung lagi kemeja tangan panjangnya.

Banyak! sahut peserta. “Banyak ya? Tapi yang berdiri di depan kita cuma TV One saja, hanya satu dua saja. Wartawan yang lain pada ngumpet-ngumpet,” sindirnya bernada nyinyir. Karenanya Prabowo menyerukan kepada seluruh yang hadir untuk menyampaikan pesannya kepada masyarakat lebih luas.

“Saya bangga kehadirian kalian artinya menunjukkan rasa kepedulian kalian untuk memperjuangkan perbaikan bagi bangsa dan negara ini. Saya minta, setelah pulang dari sini, bawalah pesan dari sini saudara-saudara, karena media massa sudah dikuasai mereka semua!” seru Prabowo disambut gegap gempita hadirin.

Ia pun membeberkan tentang pernyataannya yang dikutip media dan rekaman videonya menjadi viral di medsos, soal ramalan Indonesia akan lenyap tahun 2030. “Dibilangnya, Prabowo orang pesimis. Itu bukan kata Prabowo, tapi kata buku,” kilahnya.

Ia merujuk pada Novel ‘Ghost Fleet,’ a Novel of the Next World War karya PW Singer dan August Cole. Memang, kata Prabowo, dalam buku itu hanya sepintas diceritakan soal Indonesia yang kemudian disebut sebagai bekas negara Republik Indonesia.

“Tapi itu bukan saya yang ngomong, itu buku yang ngomong. Di luar negeri itu banyak buku yang beredar mengenai Indonesia. Saya cuma mengingatkan, hai para elit Indonesia, mari kita waspada, mari kita jaga kekayaan kita, jangan sampai kekayaan kita dicuri bangsa asing,” tandas Prabowo disambut riuh applause peserta. []

Berita Terkait