Dispertasih Mau Perbanyak Bank dan ATM Sampah

Minggu, 25 September 2016 | 14:47:20 | Penulis : bb1 | 573 Kali dilihat

ilustrasi bank sampah di sekolah Kota Bandung. by ist BdgEx
ilustrasi bank sampah di sekolah Kota Bandung. by ist BdgEx

SOREANG – Guna meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah, Pemkab Bandung akan mendirikan bank sampah di setiap sekolah di Kabupaten Bandung. Dengan adanya bank-bank sampah di tiap sekolah, diharapkan volume sampah di Kabupaten Bandung turun drastis.

“Selain mengurangi, siswa juga akan mendapatkan edukasi tentang sampah dan mendapat untung dari hasil penjualannya,” ungkap Kepala Dinas Perumahan Tata Ruang dan Kebersihan (Dispertasih) Kabupaten Bandung, Erwin Rinaldi, Sabtu (28/9/16).

Menurutnya kini sudah ada beberapa sekolah yang siap bekerjasama dan membuat bank sampah. Bahkan beberapa sekolah di Kecamatan Cileunyi dan Kutawaringin sudah memiliki bank sampah. Saat ini sudah ada 132 bank sampah yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung yang sudah beroperasi.

Ke-132 bank sampah itu berhasil mengolah 11,8 ton sampah perharinya. Jumlah nasabah bank sampah ini sudah mencapai lebih dari 4.000 kepala keluarga. ”Para nasabah bank sampah ini telah menikmati manfaat dari pemilahan sampah. Bagi para nasabah ini, sampah malah jadi berkah,’ kata Erwin.

Pengurangan jumlah sampah juga dilakukan di 88 Tempat Pembuangan Sampah Recycle Reduce dan Reuse (TPS 3R), yang juga tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung. TPS 3R ini berhasil mengelola sampah 88 ton per hari atau sekitar 8,2% dari total produksi sampah di Kabupaten Bandung yang mencapai 857 ton per harinya.

“Sebanyak 88 ton sampah ini dipilah antara yang organik dan anorganik. Sampah organik diolah jadi pupuk, sedangkan sampah anorganik dijual dan sebagian diolah menjadi kerajinan tangan,” tambah Erwin.

Luasnya wilayah operasional pengangkutan sampah ditambah dengan keterbatasan armada, Dispertasih sendiri hanya mampu mengangkut sampah cuma 29,3%. “Jadi, total sampah yang bisa dikelola bersama bank sampah dan TPS 3R baru mencapai 40,5 persen saja,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pendirian bank sampah sekolah ini bisa dilakukan secara massif di seluruh wilayah di Kabupaten Bandung. Hal ini tentunya akan mengurangi produksi sampah dalam volume lumayan besar.

Berita Terkait