Bale BudayaBale JabarHumaniora

Doel Sumbang & Batik Komar Raih Anugerah Karya Budaya Jabar 2017

GESAT – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memberikan penghargaan bagi maestro seni dan pelestari kebudayaan sunda, melalui Anugerah Karya Budaya Jabar 2017.

Dari hasil seleksi ketat tim penilai, Anugerah Karya Budaya Jabar, kategori maestro seni jatuh kepada seniman Abdul Wahyu Affandi atau lebih dikenal dengan Doel Sumbang. Sedangkan kategori pelestari kebudayaan penghargaan diberikan kepada Rumah Batik Komar.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyerahkan langsung Piagam penghargaan, sertifikat dan uang kadeudeuh kepada pemenang pada Malam Pemberian Penghargaan Anugerah Karya Budaya Jabar 2017 yang digelar di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Jumat (22/12/17) malam.

Gubernur Aher mengatakan, pemberian penghargaan ini agar lebih memacu seniman dan budayawan lainnya untuk terus berkarya. Selain juga sebagai penghargaan dan dedikasi dalam pelestarian budaya sunda minimal selama 20 tahun.

“Ini penghargaan atas prestasi dan dedikasi dalam pembangunan budaya di Jabar serta bentuk perhatian kami pada pelaku dan pelestari budaya sunda,” kata Aher.

Ke depan, lanjutnya, penghargaan budaya tidak hanya akan diberikan pada bidang seni saja, tapi juga bidang lainnya seperti sosial, agama, sastra.

“Saya inginnya seperti itu supaya makna kebudayaannya meluas. Kan sering kali budaya dimaknai dengan seni saja seperti seni rupa, musik, padahal banyak hal-hal lain terkait budaya,” terangnya.

Aher berharap penghargaan tersebut dapat membangun kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan motivasi untuk lebih peduli terhadap pengembangan budaya Indonesia. “Kita hargai tokoh yang secara konsisten dan berkontriusi aktif melestarikan budaya kita,” ucap Aher.

Ditemui usai menerima penghargaan, Doel Sumbang mengaku tak menyangka akan menerima penghargaan bergengsi tersebut. “Kalau di dalam lagu Bulan Bisa Ngomong itu ada kata aku kehabisan kata-kata, jadi saya tidak punya kata-kata untuk menyampaikan rasa bahagia ini,” ucap Doel.

Ia menerangkan, hanya diundang saja untuk menghadiri Anugerah Budaya dan diminta untuk menyumbang beberapa lagu. “Makanya pas tadi ada pengumuman saya kaget sekali, karena ngga ada bocoran sedikitpun,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ida Hernida selaku penyelenggara mengungkapkan, bobot penilaian pada pemberian penghargaan kepada kategori maestro seni dan pelestari budaya seni untuk tahun ini lebih berat dan diharuskan memiliki aspek kualitas serta kontinyuitas.

Tim penilai penghargaan anugerah karya budaya Jabar 2017 terdiri dari, Setiawan Sabana selaku Ketua Dewan Juri, Gugun Gunardi, Reiza D Dienaputra, Alm. Dede Mariana dan Bucky Wikagoe.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close