Duduk Bareng Petani Manggis, Kang Hasan Siapkan Pelatihan Usaha Tani

Rabu, 9 Mei 2018 | 15:06:14 | Penulis : bb1 | 153 Kali dilihat

Cagun Jabar no 2 TB Hasanuddin kembali menyapa masyarakat petani di Kabupaten Purwakarta di Desa Parakan Garokgek, Kec Kiarapedes, Kab Purwakarta, Rabu (9/5/18). by HMC

PURWAKARTA – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin, kembali menyapa masyarakat petani di Kabupaten Purwakarta.

Di tengah kebun buah manggis, Kang Hasan bertemu dengan para petani manggis dari 3 kecamatan di Purwakarta, yakni Kiarapedes, Wanayasa dan Bojong. Dengan beralaskan tikar, Kang Hasan duduk bersama 200 petani manggis, untuk mendengarkan setiap aspirasi yang mereka sampaikan.

Salah satunya, terkait perluasan pemasaran komoditas manggis, melalui ekspor yang stabil. Salah satu petani manggis bernama Cece menyampaikan, ekspor manggis sebenarnya sudah dilakukan. Namun seringkali ekspor ditutup tanpa sebab yang jelas. Hal tersebut, lanjut Cece, mengakibatkan ketidakstabilan harga manggis dan merugikan para petani.

“Ekspornya masih belum pasti, kadang ditutup, akhirnya harga manggisnya dijual murah, bahkan kadang dibuang karena busuk,” ungkap Cece kepada Kang Hasan, di Desa Parakan Garokgek, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Rabu (9/5/18).

Cece menambahkan, buah manggis bisa diolah menjadi panganan lain seperti manisan. Namun, ketiadaan modal, membuat para petani hanya bisa pasrah dengan harga jual manggis yang rendah.

Pria separuh baya itu berharap, dengan kehadiran Kang Hasan di tengah masyarakat petani manggis, mampu memberikan solusi atas permasalahan tersebut.

“Dari harga manggis Rp 5 ribu per kilo, kalau ekspor ditutup, bisa jadi Rp 2 ribu, akhirnya petani merugi. Kami berharap melalui Kang Hasan itu tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kang Hasan meyakinkan para petani manggis, untuk menjaga kestabilan ekspor dan mempermudah aksesnya, dengan menjadikan pemerintah sebagai investor.

Purnawirawan jenderal bintang dua itu juga akan mengoptimalkan peran koperasi, untuk membantu permodalan bagi para petani untuk mengembangkan usaha pengolahan manggis. Dengan begitu para petani mempunyai pegangan, selain mengandalkan ekspor manggis.

“Harus ada koperasi, dan investor dari dalam negeri yakni . pemerintah kemudian diekspor. Selalu ada jalan untuk bisa mengangkat harkat drajat dan kesejahteraan petani,” tegas Kang Hasan. Selain itu, Hasanah juga menyiapkan program khusus untuk para petani yakni Jabar Seubeuh.

Mantan anggota Komisi I DPR RI itu menjelaskan, Jabar Seubeuh akan menyediakan program modal untuk petani tanpa agunan, melalui Bumdes atau kelompok tani. Selain itu, para petani akan diberikan pelatihan usaha kelompok tani, yang bisa memproduksi produk turunan dari hasil tani.

“Jadi melalui pelatihan tersebut, Petani tidak khawatir manggisnya mau diapakan, kita olah lagi menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis,” pungkasnya. ***

Berita Terkait