Dukung BSMSS, Warga Hibahkan Lahan untuk Jalan Penghubung 2 Desa

Kamis, 25 Oktober 2018 | 20:15:51 | Penulis : bb2 | 132 Kali dilihat

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser,SH,S.Ip.,M.Ip saat pembukaan BSMSS di Aula Desa Ciherang Kecamatan Nagreg, Kamis (25/10/18). by Humas Pemkab

NAGREG – Penyelenggaraan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) harus memberikan motivasi, sekaligus stimulan kepada masyarakat dalam berbagai hal.

“Karena melalui program BSMSS diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh warga untuk mampu memanfaatkan berbagai potensi dan sumber daya yang dimiliki,” kata Bupati Bandung H. Dadang M. Naser,SH,S.Ip.,M.Ip usai pembukaan BSMSS, di Aula Desa Ciherang Kecamatan Nagreg, Kamis (25/10/18).

Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan terimakasih kepada TNI, Korem 062, Kodim 0609 dan semua pihak yang mendukung BSMSS. Bukan sekadar pembangunan fisik, kata bupati, tapi juga kesediaan masyarakat membantu dan berkontribusi dalam program non fisik lainnya. Salah satunya kesadaran menghibahkan lahan sekitar 60 tumbak yang akan digunakan untuk membuka jalan.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak untuk pembangunan melalui BSMSS ini. Wujud Kesadaran masyarakat sudah terbangun, salah satunya hibah tanah 60 tumbak untuk membuka jalur penghubung, antara Desa Ciherang dengan Desa Bojong. Kalau jalan Nagreg macet, jalan ini bisa jadi alternatif,” ungkapnya.

Menurut Bupati, BSMSS merupakan sarana untuk memupuk dan menumbuh kembangkan spirit sabilulungan, persatuan, solidaritas sosial, kekompakan dan keterpaduan semangat bergotong-royong. Dadang menyebutkan, dengan anggaran sekitar Rp.315 juta, pelaksanaan pembangunan melalui BSMSS bersama TNI dan rakyat bisa akurat, cepat dan tepat sasaran, yakni menyisir daerah terisolir.

“BSMSS selalu akurat pengerjaannya, walau saeutik kudu mahi, loba kudu nyesa (sedikit harus cukup, banyak harus tersisa). Program yang sebetulnya milyaran ini bisa selesai dengan 315 juta dan hanya diberikan berupa barang. Jadi, saya harap program BSMSS ini tidak ditenderkan ke pihak ketiga, tapi dikelola langsung oleh panitia,” ucapnya.

Sebagai momen yang menunjang program pemerintah, kata dia, BSMSS juga menanamkan dan menggelorakan semangat sabilulungan, gotong royong serta meningkatkan peran aktif masyarakat yang didasari integrasi sosial dan kearifan lokal komunitas masyarakat pedesaan.

“Ini akan berdampak pada keberlanjutan kehidupan masyarakat yang lebih baik, maju dan mandiri. Dengan meningkatkan kepedulian sesama dan peran warga yang harmonis dan keswadayaan. Kita tanamkan nilai sosial membangun, supaya kita sebagai masyarakat ada rasa memilki, menjaga, bertanggungjawab, memanfaatkan juga melestarikan pembangunan,” tandas bupati.

Dalam pandangan Dadang Naser, kegiatan BSMSS bisa mewujudkan kebersamaan dalam memelihara komitmen terhadap masyarakat khususnya di daerah tertinggal dan terisolir di wilayah Kabupaten Bandung.

“Saya berharap kegiatan ini bisa memacu pertumbuhan sektor ekonomi produktif masyarakat pedesaan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa”, pungkasnya.

Dandim 0609 Kab Bandung Letkol Arh. Teguh Waluyo menyebutkan, hibah lahan 60 hektar masyarakat akan digunakan untuk membangun infrastruktur jalan sekitar 360 meter. Namun untuk membuka jalur lebih strategis lagi, menurutnya akan ada intervensi Pemkab Bandung melaui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sepanjang 2 km lagi.

Sebagai bentuk dukungan dan bantuan dari pihaknya kepada pemerintah daerah, kata Dandim, BSMSS ditujukan dalam rangka menciptakan kesejahteraan masyarakat, melalui pembangunan fisik dan maupun non fisik agar terwujud stabilitas keamanan dalam negeri.

“Program ini merupakan program tahunan yang dilaksanakan khusus di wilayah Jawa Barat yang mencermikan keterpaduan program lintas sektoral dalam membangun pedesaan antara pemerintah daerah Jawa Barat dengan Kodam III/Siliwangi, Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung dan Kodim 0609,” tutupnya.***

Berita Terkait