Egrang Kades Meriahkan Pencanangan Kampung Budaya

Wednesday, 29 November 2017 | 18:25:26 | Penulis : bb2 | 68 Kali dilihat

Para kades yang ditunjuk membangun Kampung Budaya, menampilkan kemahirannya dalam memainkan egrang saat pencanangan Kampung Budaya dan Gotong Royong Masyarakat di Lapangan Desa Rawabogo Kec Ciwidey, Kab Bandung, Selasa (28/11/17). by Humas Pemkab Bdg
Para kades yang ditunjuk membangun Kampung Budaya, menampilkan kemahirannya dalam memainkan egrang saat pencanangan Kampung Budaya dan Gotong Royong Masyarakat di Lapangan Desa Rawabogo Kec Ciwidey, Kab Bandung, Selasa (28/11/17). by Humas Pemkab Bdg

CIWIDEY – Sejumlah kepala desa yang ditunjuk untuk membangun Kampung Budaya, menampilkan kemahirannya dalam memainkan egrang saat pencanangan Kampung Budaya dan Gotong Royong Masyarakat di Lapangan Desa Rawabogo Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Selasa (28/11/17).

Egrang adalah alat permainan tradisional yang terbuat dari dua batang bambu berukuran selengan orang dewasa, sedangkan untuk tumpuan bawah bambunya agak besar.

Asisten Pemerintahan Kabupaten Bandung Yudhi Haryanto,SH,SP1 mengungkapkan, permainan tradisional perlu terus dijaga dan dilestarikan, sebagai khasanah budaya, khususnya kesundaan di Kabupaten Bandung.

“Untuk menjaga kelestarian dan mengembangkan kearifan lokal nilai budaya Sunda di kabupaten Bandung, sudah sepantasnya kita miliki Kampung Budaya. Nilai kesundaan yang sudah menjadi jati diri masyarakat, sebetulnya sangat selaras dengan kehidupan sosial kita selama ini. Namun untuk tetap menjaga budaya asli agar tidak hilang, Kampung Budaya bisa menjadi bentuk edukasi, juga memperkenalkan masyarakat sunda akan jati diri urang sunda sesungguhnya,” terang Yudhi.

Kearifan lokal urang sunda tersebut, kata Yudhi, dituangkan juga dalam moto pembangunan di Kabupaten Bandung yakni, Sabilulungan atau gotong royong, silih asah, asih, asuh wawangi. Artinya, semua pihak baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha harus berkontribusi bersama dalam pembangunan Kabupaten Bandung.

“Melalui kegiatan ini saya berharap gotong royong masyarakat bisa menjadi filter, dalam menjaga agar nilai adat kebiasaan yang hidup di masyarakat Sunda terjaga. Adat budaya itu pada dasarnya merupakan aset dan modal sosial untuk memberdayakan masyarakat,” ucapnya.

Revitalisasi nilai norma dan tradisi kearifan lokal tadi menurutnya juga perlu dilakukan, agar sejalan dengan perubahan saat ini. Yudhi bilang hadirnya Kampung Budaya akan memantapkan pelestarian pengembangan budaya lokal, serta dapat menampung aspirasi masyarakat dalam memajukan pembangunan bidang lain di Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Dra. Hj. Eros Roswita.,M.Si menjelaskan pencanangan Kampung Budaya ini dilakukan untuk mempertahankan budaya kesundaan di Kabupaten Bandung. Pihaknya mencanangkan 10 Kampung Budaya yang berada di 10 desa di beberapa kecamatan, yakni Kampung Budaya Sirnagalih dari Desa Sukanagara yang berada di Kecamatan Soreang, kemudian Kampung Budaya Talun dari Desa Batukarut Kecamatan Arjasari, lalu Desa Pinggirsari dengan Kampung Budaya Cikieum dari Kecamatan Arjasari.

“Selain itu ada juga Kampung Budaya Cikondang dari Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan, Kampung Budaya Mulyana dari Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan, Kampung Budaya Babakan dari Desa Mekarsari Kecamatan Pacet, juga Kampung Budaya Tutugan dari Desa Rawabogo Kecamatan Ciwidey, Kampung Budaya Legokhayam dari Desa Girimekar Kecamatan Cilengkrang, serta kampung Wangun di Desa Pasirmulya Kecamatan Banjaran,” sebut Eros.

Dia mengungkapkan, dalam kegiatan tersebut dilakukan juga pemberian hibah untuk pembangunan gapura Kampung Budaya di 10 desa tersebut dari DPMD Kab Bandung. Juga beberapa bantuan lainnya dari unsur perangkat daerah seperti dari dukungan program.

“Dukungan bantuan keuangan dari Dinas PMD Jawa Barat untuk pembangunan Balai Adat Musyawarah yang dibangun di Desa Rawabogo, kemudian bantuan dari Dinas Perpustakaan dam Kearsipan, Dinas Catatan Sipil, Dinas Pangan dan Perikanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan,’ urai Eros.

Pada kesempatan itu dilakukan juga berbagai kegiatan seperti lomba Senam Sehat Sabilulungan, gelar produk potensi unggulan 10 Kampung Budaya, serta permainan kaulinan urang lembur yang kemudian ditampilkan juga kesenian budaya sunda masyarakat.

Berita Terkait