Fanny Sabila; “Yang Penting Terus Berkarya” Generasi Milenial Pop Sunda

Sabtu, 17 Maret 2018 | 12:18:57 | Penulis : bb1 | 3466 Kali dilihat

Fanny Sabila

BANDUNG – Penyanyi pop sunda muda belia Fanny Sabila (18) sedang menyiapkan albumnya yang kelima dengan salah satu single “Hareupeun Eunteung”.

Siswi kelas 3 SMA Negeri 1 Cimahi Bandung ini memang sedang naik daun dengan beberapa hits lagu pop sunda dan makin banyak fansnya. Akun Instagramnya diikuti 60.3 k followers.

Seperti lagu Iraha Kawin, Tepung Salangkung, Ukur Titipan dan lagu lainnya. Sebelumnya Fanny baru membereskan album keempat “Tepung Salangkung”.

“Selain sekolah, aktifitas Fanny banyak jadwal manggung, endorse barang, makanan dan lain-lain. Sekarang lagi bikin album kelima,” kata Fanny kepada Balebandung.com.

Di tengah padatnya jadwal manggung, Fanny terus berupaya menghasilkan karya melalui lagu-lagu pop sunda. Prinsipnya bagi Fanny, menjadi artis bukan tujuan utama, tapi ia lebih fokus untuk terus berkarya.

“Yang penting terus berkarya. Karena obsesi Fanny tiada lain pengen punya suatu karya yang bisa menghibur dan dinikmati semua kalangan masyarakat, khususnya bagi urang sunda. Untuk jadi artis sebetulnya bukan tujuan utama Fanny. Tapi sekarang sudah banyak yang menyebut Fanny artis pop sunda, ya ngga apa-apa lah,” kata mojang Bandung kelahiran 8 Juni 2000 ini.

Fanny yang kini tinggal bersama orangtuanya H Sopandi Wijaya dan Ny Hj Imas Jubaedah, di Jalan Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung ini memang sejak kecil suka musik khususnya musik pop sunda. Itu juga karena darah seni mengalir dari ayahnya, yang sejak Fanny lahir sering diperdengarkan dengan lagu pop sunda.

Lagu “Ukur Titipan” yang diciptakan ayahnya sendiri H. Sopandi di youtube sudah dikilk 170,172 views, cekidot gan;

Fanny mulanya belajar otodidak, kemudian didukung oleh ayahnya. Dengan dukungan ayahnya, selanjutnya Fanny dilatih pupuh oleh Asep Wahyudin sewaktu SD, sehubungan ada lomba pupuh tingkat SD se-Kota Cimahi, se-Kota Bandung, maupun se-Jawa Barat. Dari perlombaan pupuh itu, Fanny meraih juara pertama sejak SD, maupun tingkat SMP hingga SMA.

Lebih dari itu, untuk memperdalam pengetahuan vocal sunda, terutama kawih dan tembang, Fanny pun berguru kepada ibunya Ny Elis di Manglayang, Cileunyi, Kabupaten Bandung.

“Sejak kecil Fanny suka nyanyi, sampai suatu saat ada hajatan tetangga di situ Fanny juga ingin tampil nyanyi. Ceritanya kaul. Dari situ Fanny mendapat dukungan orangtua untuk berlatih menyanyi, dilatih pupuh dan vokal, sampai akhirnya dibikinkan lagu ciptaan ayah Fanny sendiri saat masih di SMP,” tuturnya.

Selain penyanyi, mojang ini rupaya juga bobotoh Persib. Sejak SD kelas 5, Fanny memang suka dibawa nonton Persib sama ayahnya di Stadion Jalak Harupat Soreang. “Dari situ, saya mulai suka Persib, walaupun waktu itu belum ngerti sepakbola,” kata dia.

Sekarang Fanny sudah kelas tiga SMA, mau lanjut kuliah di mana? “Insya Allah, mau lanjut ke ISBI Bandung,” tutupnya. [iwa]

Berita Terkait