Festival Sholawat Nusantara Piala Presiden Tingkat Cimahi Digelar

Minggu, 8 April 2018 | 21:03:15 | Penulis : bb1 | 259 Kali dilihat

CIMAHI – Gelaran Festival Sholawat Nusantara Tingkat Kota Cimahi dilaksanakan di pelataran Kantor Kecamatan Cimahi Selatan, Minggu (8/4/18). Peserta yang ikut berpartisipasi dalam festival ini terdiri dari 32 grup dengan latar belakang beragam.

Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kota Cimahi Fitrah Dani menjelaskan kegiatan ini sebagai salah satu wujud kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Alhamdulillah saat ini kita bisa menggelar Festival Sholawat bertaraf nasional. Ini sebagai ajang perekat para pecinta sholawat dan sebagai aktualisasi di masyarakat luas,” ungkap Fitrah Dani.

Turut terlibat pada kegiatan ini badan otonom Nahdlotul Ulama diantaranya : GP Ansor, IPNU (ikatan pelajar Nahdotul ulama), IPPNU (Ikatan pelajar putri nahdotul ulama), dan Majelis Sholawat Al Qowiyu.

Festival akan dilakukan berjenjang sejak di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, sampai tingkat nasional. Peserta diharapkan datang dari kelompok Pondok Pesantren, Pemuda Karang Taruna, Remaja Masjid, Majelis Ta’lim, dan para pelajar.

Materi sholawat yang harus dilantunkan para peserta meliputi khazanah sholawat berbahasa Arab dan berbahasa daerah. Dengan memberi ruang bagi sholawat berbahasa daerah diharapkan akan muncul beraneka sholawat yang mengangkat tradisi dan berbudaya nusantara.

Sholawat di nusantara sudah ada sejak sebelum negara Republik Indonesia berdiri. Maka warna kedaerahan begitu kuat membangun ciri khas yang membedakan ekspresi sholawat di sebuah daerah dengan daerah yang lain.

Festival Sholawat Nusantara adalah perayaan untuk mengagungkan dan memuji Nabi Muhamad SAW dengan berbagai ekspresi seni. Selain beragam cara menyanyikan, sholawat juga diperkaya dengan berbagai tangga nada, bahasa daerah, dan tradisi dalam merayakannya.

Festival Sholawat Nusantara bertujuan untuk mengangkat kembali, merevitalisasi dan menggali berbagai ekspresi sholawat di berbagai daerah di Indonesia dalam sebuah format kompetisi. Tujuannya bukan untuk mempertandingkan siapa yang terbaik, tapi untuk memberi ruang seluas-luasnya bagi seni sholawat dalam panggung daerah dan nasional.

Kompetisi akan dilakukan berjenjang sejak tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi, dan nasional. Salah satu perayaan di tingkat nasional akan dipentaskan Orkestra Sholawat dengan konduktor Addie MS. Puncak perayaan dan penganugerahan pemenang tingkat nasional akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2018 di Istora Senayan.

Sholawat yang ditampilkan dengan orchestra sebenarnya bukan sesuatu yang baru, namun di Indonesia menampilkan sholawat dalam sebuah pegelaran konser dengan komposisi yang megah, belum banyak dilakukan.

Panitia Festival Sholawat akan bekerja sama dengan Addie MS. dan Habib Luthfi Bin Ali bin Yahya untuk mengerjakan materi orkestra sholawat yang tidak melepaskan budaya dan tradisi islami namun juga mengangkat kekuatan musik orkestra.

Berita Terkait