Bale JabarHukum

Habib Rizieq: Sukmawati Gagal Paham!

Habib Rizieq saat konpers usai sholat dzuhur di Masjid Polda Jabar, Kamis (12/1). by xv/bbcom
Habib Rizieq saat konpers usai sholat dzuhur di Masjid Polda Jabar, Kamis (12/1). by xv/bbcom

BANDUNG – Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Sihab menilai Sukmawati Sukarnoputri gagal paham. Rizieq menyebut laporan dugaan pencemaran terhadap Sukarno dan Pancasila yang dilaporkan Sukmawati adalah kriminalitas terhadap tesis ilmiah S2-nya.

“Ini yang perlu saya luruskan. Saya tidak menghina Pancasila, saya tidak mengkritik Pancasila sebagai dasar negara, yang saya kritik rumusan usulan Bung Karno. Yang kedua yang saya kritik, saya tidak terima kalau kelahiran Pancasila itu dinisbatkan pada tanggal 1 Juni 1945, yang betul adalah 22 Juni 1945,” tandas Habib Rizieq kepada wartawan usai sholat Dzuhur, di Mesjid Polda Jabar, Kamis (12/1/17).

Rizieq Shihab berkilah sosialisasi tersebut bukan pencemaran Pancasila karena memuat unsur ilmiah. Menurutnya dia hanya melakukan kritik kepada kelompok-kelompok yang mengatakan Pancasila itu lahir 1 Juni 1945. Dia hanya memperkuat pendapat bahwa Pancasila lahir sebagai konsensus nasional pada tanggal 22 Juni 1945. Namun dirinya tidak memungkiri bahwa pada tanggal 1 Juni 1945, adalah sejarah ketika Ir Soekarno mengusulkan nama Pancasila sebagai dasar negara.

“Saya minta nanti kepada para penyidik untuk menyalin isi tesis ilmiah saya yang hampir 600 halaman. Nanti saya minta disalin dalam BAP, agar dibaca oleh polisi, penyidik, jaksa, hakim. Supaya persoalan jadi jelas ini bukan penistaan terhadap Bung Karno atau juga terhadap Pancasila. Jadi Sukmawati gagal paham,” beber Rizieq.

Habib menjelaskan ada hal yang perlu diingat bahwa redaksi Pancasila yang diajukan oleh Bung Karno pada 1 Juni itu menempatkan sila Ketuhanan pada sila kelima. “Dan ini ditolak oleh ulama yang ikut serta dalam sidang BPUPKI dan itu yang saya kritisi,” tandasnya.

“Yang jadi persoalan kalau yang bersangkutan (Sukmawati) tidak menerima tesis ilmiah tersebut, maka tesis lawan dengan tesis. Bukan tesis lawan dengan pelaporan,” tukas Imam Besar FPI ini.

Dia juga berkeberatan dengan rekaman yang beredar dan dijadikan barang bukti laporan Sukmawati karena tidak bisa dipertanggungjawabkan sebab durasinya telah dipotong dan tidak menjelaskan esensi dakwahnya.

“Rekaman video yang diperlihatkan polisi cuma 2 menit sekian. Padahal saya ceramah selama 2 jam lebih dan rekaman yang sudah diedit itu sulit dipertanggungjawabkan. Karena ceramah ilmiah 2 jam dipotong menjadi 2 menit. Justru saya balik bertannya, ada niat apa?” tanya pria yang juga pembina GNPF MUI.

Habib Rizieq mengatakan akan melaporkan balik Sukmawati dengan tuduhan pencemaran nama baik dan pencemaran tesis ilmiah. Selain melaporkan Sukmawati, Rizieq menilai laporan Sukmawati menodai dunia akademis Indonesia.

“Karena kami akan melaporkan balik Sukmawati. Lebih baik Sukmawati mencabut laporan dan meminta maaf nanti akan kita maafkan. Karena yang bersangkutan mengkriminalisasi tesis ilmiah, ya kita akan lapor balik. Jadi kembali kepada Sukmawati”, pungkas Rizieq.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close