Hindari Konflik Besar, Pilgub Jabar Jangan 2 Pasangan

Sabtu, 3 Juni 2017 | 16:15:04 | Penulis : bb7 | 248 Kali dilihat

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf di sela acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Kec Pasirjambu, Kab Bandung, Sabtu (20/5). by iwa/bbcom
Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf di sela acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Kec Pasirjambu, Kab Bandung, Sabtu (20/5). by iwa/bbcom

BANDUNG –┬áMantan Wakil Gubernur Jawa Barat 2008 – 2013, Dede Yusuf menilai, Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 akan berjalan dinamis dan baik bagi masyarakat, jika berjalan dengan pilihan lebih dari dua pasangan calon.

Menurut Anggota Komisi IX DPR RI ini, jika nantinya hanya muncul dua pasangan bahkan head to head, dipastikan potensi konflik sangat kuat. “Yang penting jangan dua (pasangan), kalau dua pasang konfliknya akan besar, sama seperti di DKI. Jangan sampai konflik di DKI berimbas ke Jawa Barat,” kata Dede Yusuf saat ditemui di Bandung, Jumat (2/6/17) malam.

Dede pun menekankan kuota pasangan agar dimaksimalkan guna memangkas konflik pecah belah. “Kalau dua pasang pasti akan terbelah,” katanya lagi.

Hal tersebut berkaca tidak hanya dari Pilkada DKI Jakarta yang mempertarungkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Anies Baswedan. Melainkan, berkaca dari Pilpres 2013 head to head antara Jokowi dengan Prabowo.

“Dulu 2013 terbelah Prabowo-Jokowi, berlanjut kini ke DKI. Nah, ini jangan sampai di Jawa Barat. Artinya apa? Banyak yang muncul makin bagus,” terangnya.

Menurutnya, figur-figur yang bermunculan di Pilgub Jabar saat ini memiliki kans bagus. Diantaranya, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, anggota Komisi VIII DPR RI Desy Ratnasari dan istri Gubernur Jawa Barat Netty Heryawan Prasetyani. “Menurut saya bagus. Muncul banyak, bagus,” ujarnya.

Berita Terkait