Bale Kab BandungEvent

Hiparu Cup Lahirkan Anjing Pemburu Juara

anjingCILENGKRANG – Himpunan Pelestari Anjing Pemburu (Hiparu) menggelar Kontes Ketangkasan Anjing Pemburu di Kampung Babakan Salam Desa Ciporeat Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung, Minggu (13/8/17).

Sekjen Hiparu Nurhadi mengatakan kontes kali ini terbatas khusus untuk Regional A. “Memang terbatas untuk Regional A dulu, yaitu anggota yang berada di area sebelah utara Bandung Raya. Pemisahnya ya, Jl. Soekarno Hatta di Kota Bandung,” ungkap Nurhadi.

Meski terbatas, tapi animo para penggemar anjing ketangkasan sangat antusias menyaksikan. Hadir ribuan para pehobi anjing kampung dan ras di situ. “Ada ribuan pengunjung dan ratusan anggota Hiparu hadir di sini. Apalagi di kalangan kami banyak menghasilkan juara anjing kampung (mongrel) kelas Slayangan maupun Priangan murni. Ini yang paling penting anjing kampung jenis mongrel karena bisa jadi pembasmi hama babi yang merusak tanaman para petani. Kalau soal anjing ras, itu mah sebagai hiburan saja,” terang Nurhadi.

“Ke depan, Hiparu akan bekerjasama lebih luas dengan dinas terkait di tingkat provinsi, kota, maupun kabupaten, termasuk untuk vaksinasi massal bagi anjing pemburu ini. Agar keberadaan anjing kampung dan pengendalian hama babi hutan bagi petani bisa lebih efektif,” kata dia. Apalagi menurutnya pagelaran ketangkasan anjing ini perlu koordinasi yang kuat dengan pihak muspika maupun muspida setempat.

Panitia Pelaksana Kontes Anjing Pemburu, Surapati menyebutkan, yang paling seru dari ajang ini saat “perburuan babi hutan”, yang terbagi dalam 5 kelas. Masing-masing kelas anjing ras diikuti 10 peserta (perang bintang), eksekutif 12 peserta, dan umum 43 peserta. Sedangkan kelas anjing kampung yang terdiri atas kelas slayangan (campuran ras dan anjing kampung) 26 peserta masing-masing terdiri atas dua anjing, serta kelas priangan (anjing kampung asli) diikuti 5 peserta yang masing-masing terdiri atas 3 anjing.

“Sebenarnya, ajang ini bertujuan memunculkan lagi kebanggaan atas anjing kampung atau apalah seperti yang ada di wilayah Priangan dahulu. Apalagi sejak tahun 1970-an sampai sekarang kita hanya bangga dengan anjing ras dari luar negeri, utamanya pittbull,” kata Surapati.

Menurut Pati, bagi petani, anjing kampung merupakan teman setia buat membasmi hama babi. “Kalau basmi babi pakai pittbull, wah repot. Tenaganya buat naik bukit suka memble. Makanannya pun tidak sembarang lagi, mahal dan tak begitu akrab dengan orang kita,” ungkapnya.

“Sudah seharusnya kita melestarikan anjing kampung di Jawa Barat. Jangan seperti sekarang, banyak anjing kampung dari Jabar justru dibawa ke luar pulau. Ini harus kita amankan,” tandas Salah seorang penonton kontes, Deden (42) warga Cipadung Kota Bandung.

Candika (45) penggemar satwa anjing asal Cianjur mengaku ia bersama temannya sengaja datang dari jauh untuk sekadar nonton kontes ketangkasan anjing ini. “Paling seru uji ketangkasan anjing pemburu kelas Slayangan dan Priangan. Soalnya tidak satu lawan satu, melainkan satu babi lawan dua atau tiga anjing. Ini yang bikin seru,” ujarnya.

Nih, Para Juara Kontes Ketangkasan Anjing Pemburu Hiparu Cup Korda Bandung

a. Kelas Perang Bintang ;
(1). Kliwon, milik Adi dari Cigadung; (2) Buffon milik Uun dari Bojongkoneng, dan (3) Carlos milik Anton dari Cileunyi.

b. Kelas Eksekutif ;
(1) Gaston milik Yana dari Antapani; (2) Douglas milik Ripal dari Lembang; dan (3) Gresh milik Lucky dari Legok Hayam.

c. Kelas Umum ;
(1) Deblo milik Uun dari Bojongkoneng; (2) Messi milik Ayi dari Cikoneng; dan (3) Soldadu milik Cecep dari Lembang.

d. Kelas Slayangan;
(1) Kuper dan Mondi milik Bule dari Lembang; (2) Maru dan Kasep milik Apep dari Bandung, dan (3) Beurit milik Unil dari Sumedang.

e. Kelas Priangan;
(1) Keplek, Wiro, dan Bogel milik Iin dari Garung; (2) Sutet, Buntung, dan Bajing milik AK71 dari Sumedang; (3) Lembang 1,2,3 milik Bule dari Lembang.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close