Hoverbike, Motor Patroli Polisi Masa Depan

Rabu, 5 Desember 2018 | 08:25:36 | Penulis : bb1 | 81 Kali dilihat

Polisi Dubai ujicoba motor Hoverbike

BALEBANDUNG – Hoverbike (sepeda motor terbang) produksi Hoversurf merupakan motor pertama di dunia yang didesain anti macet. Kini polisi di Dubai sedang berlatih mengoperasikannya.

Hoverbike menyerupai drone berukuran besar dengan empat kipas di sisi kiri kanan, depan belakang. Kipas – kipas ini prinsip kerjanya seperti propeller helikopter dalam sistem pesawat.

Dalam pengoperasiannya, Hoverbike dapat dikendalikan melalui dua joystick di depan. Namun bisa juga dioperasikan secara otonom seperti kita mengoperasikan drone.

Adapun kapabilitas sementara yang bisa dipakai saat ini baru memiliki spesifikasi teknis seperti ketinggian terbang 5 – 6 meter, terbang selama 25 menit, membawa beban hingga 300 kilogram dan kecepatan maksimal 70 kilometer per jam.

Seiring dengan waktu, tentu kapabilitas ini akan ditingkatkan. Dubai sendiri memprediksi, motor terbang ini akan beroperasi efektif mulai tahun 2020. Sementara estimasi harga untuk sebuah motor terbang ini diperkirakan sangat variatif, yaitu antar Rp 350 juta sampai Rp 2,5 miliar. Tentu tergantung kapabilitas dan berbagai jenis keistimewaan fitur yang dimilikinya.

Di negara lain, seorang engineer China yang bernama Yuhan Zhang juga pernah mengenalkan sebuah desain mobil masa depan. Di mana mobil tersebut di samping bisa digunakan di jalan raya, juga bisa dioperasikan di atas air, es, dan pasir. Bahkan mobil ini dirancang dengan kemampuan untuk memiliki kecepatan 100 kilometer per jam.

Ini bukan fiksi ilmiah, ini adalah realitas zaman seiring dengan perkembangan teknologi maju, atau saat ini dikenal dengan Revolusi Industri 4.0.

Dengan demikian, tidak ada salahnya jika Polri juga mulai melakukan penjajagan terhadap kemungkinan penggunaan Hoverbike ini sebagai salah satu alternatif kendaraan patroli anggota POLRI, meskipun tentu untuk jumlah yang sangat terbatas, karena harganya cukup mahal.

Ini bukan soal gaya-gayaan, melainkan bagaimana mengimbangi tanggung jawab dengan perkembangan teknologi, serta merespon terhadap kemungkinan adanya kejahatan yang menggunakan teknologi ini.

Sekali lagi, mau tidak mau, kita harus terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Semua diorientasikan semata-mata agar mampu melaksanakan tugas dan pengabdian degan sebaik-baiknya. *** by ist