HUT TNI AU ke-72, KASAU Tekankan Netralitas TNI AU di Pemilu

Senin, 9 April 2018 | 14:50:49 | Penulis : bb1 | 264 Kali dilihat

Wadan Koharmatau Lanud Sulaiman Bandung Marsma TNI Hadi Suwito, S.E. (kiri) menyerahkan potongan tumpeng kepada peserta upacara usai upacara militer puncak peringatan Hari Jadi TNI AU ke-72 di Wilayah Bakorda Bandung, di Lapangan Upacara Staf 2 Lanud Sulaiman, Kec Margahayu, Kab Bandung, Senin (9/4/18). by Pentak Lanud Sulaiman

MARGAHAYU – Puncak peringatan Hari Jadi TNI Angkatan Udara ke-72 di Wilayah Bakorda (Badan Koordinasi Daerah) Bandung, diselenggarakan dengan upacara militer di Lapangan Upacara Staf 2 Lanud Sulaiman, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Senin (9/4/18).

Bertindak selaku inspektur upacara Wadan Koharmatau (Wakil Komandan Komando Pemeliharaan Materil Angkatan Udara) Marsekal Pertama TNI Hadi Suwito, S.E. Upacara turut dihadiri para pejabat di lingkungan TNI AU Bakorda Bandung, para pejabat TNI-Polri, pejabat jajaran Muspida, serta diikuti para perwira, bintara, tamtama, dan PNS Lanud Sulaiman.

“Konsep peringatan Hari Jadi TNI Angkatan Udara ke-72 kali ini dengan mengadakan “ Pesta Rakyat,” sebagai refleksi hubungan kedekatan TNI AU dengan rakyat. Sebab selama ini TNI AU tumbuh dan berkembang bersama rakyat, serta keberhasilan TNI AU dalam melaksanakan tugas pada dasarnya atas kerjasama dan dukungan seluruh rakyat Indonesia,” kata Wadan Koharmatau membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna,S.E.,M.M.

“Momentum peringatan Hari Jadi Angkatan Udara, pada hakekatnya merupakan pelestarian historis perjuangan pengabdian Angkatan Udara sejak awal kelahirannya, sehingga ingatan kita selalu kembali kepada jasa para pahlawan, khususnya perintis dan pendahulu Angkatan Udara,” imbuh KASAU.

Dalam amanatnya, Marsekal TNI Yuyu Sutisna,S.E.,M.M. juga mengutip pernyataan Presiden Soekarno pada Hari Peringatan Lima Tahun AURI, tanggal 9 April 1951. “Bahwa jika Angkatan Perang kita hendak berdiri setaraf, setinggi, sederajat dengan angkatan perang dunia internasional, kita harus mempunyai Angkatan Udara yang sebaik-baiknya”.

Pernyataan Presiden Pertama tersebut, kata Kasau, menggambarkan bahwa keberadaan Angkatan Udara dalam angkatan bersenjata yang bertugas menjaga kedaulatan negara, memiliki makna strategis sebagai effect deterrent di bidang pertahanan sebuah negara.

Selanjutnya Kasau menegaskan kepada seluruh personel Angkatan Udara agar dalam melaksanakan tugas selalu diawali dengan perencanaan yang baik, saling bersinergi dan bekerjasama dengan segenap komponen bangsa dan rakyat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.

“Tunjukan bahwa personel TNI Angkatan Udara adalah Insan Dirgantara yang mengerti dan memahami akan tugas serta tanggung jawabnya,”pesan Kasau.

Disampaikan pula khusus untuk pengadaan alutsista, perlu sebuah konsep strategis dengan elemen yang terkait dengan tujuan, kepentingan, sasaran, kebijakan dan komitmen serta program-program yang realitis, berlanjut dan berkesinambungan.

Kasau pun menyatakan bahwa selain peremajaan alutsista, perlu didukung juga salah satu program pemerintah yang menjadi prioritas nasional yaitu menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara.

“Serta mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim, di mana TNI AU harus memiliki kemampuan yang optimal dengan melaksanakan maritime air strike dan maritime air support,” imbuh Kasau.

Di bidang kesejahteraan, beberapa kebijakan yang dilaksanakan TNI AU diantaranya mengupayakan meningkatkan remunerasi, tunjangan perbatasan, dan pembangunan 1.000 rumah non dinas melalui Tabungan Wajib Perumahan. Target yang ingin dicapai yaitu mulai tahun 2020 seluruh prajurit dan PNS TNI AU yang memasuki pensiun telah memiliki rumah pribadi.

Pada kesempatan itu Kasau juga menyinggung tentang pembentukan Komando Operasi TNI AU III dan Validasi Organisasi, serta perlunya menciptakan budaya safety sebagai suatu kebutuhan. Penekanan Kasau kali ini agar seluruh personel TNI AU tidak terlibat dalam politik praktis serta menjaga netralitas TNI dalam proses Pilkada dan Pemilu yang akan datang.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen yang dituangkan dalam tema peringatan, yaitu “Dilandasi Jiwa Kesatria, Militan, Loyal, Profesional dan Modern, TNI Angkatan Udara Siap Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Berita Terkait