Intimidasi Warga Kebonjeruk, PT KAI Dilaporkan ke Polrestabes

Monday, 12 June 2017 | 14:24:39 | Penulis : bb1 | 55 Kali dilihat

Warga Kelurahan Kebonjeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung yang dibantu Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi (Sorak) menggelar aksi demo di depan Gedung DPRD Kota Bandung, Senin (29/8). by Nadzria NH/bbcom
Warga Kelurahan Kebonjeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung yang dibantu Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi (Sorak) menggelar aksi demo di depan Gedung DPRD Kota Bandung, Senin (29/8). by Nadzria NH/bbcom

BANDUNG – Warga Kelurahan Kebonjeruk RW 02, Kecamatan Andir, Kota Bandung melaporkan PT KAI ke Polrestabes Bandung, Senin (12/6/17). PT KAI dituding kembali mengintimidasi warga Kebonjeruk Jumat (9/6) lalu. Lebih dari it PT KAI dianggap tidak mematuhi putusan sidang di PN Bandung, yang menyatakan PT KAI bersalah dan melanggar hukum dengan melakukan penggusuran terhadap warga Kebonjeruk.

Kuasa Hukum Warga Kebonjeruk Asri Vidya Dewi mengatakan, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) PT KAI datang lagi menemui warga, kemudian mereka mulai lagi mengintimidasi warga, sehingga terjadi adu mulut dan mereka mengeluarkan kalimat-kalimat yang tidak pantas terhadap warga. Menurut Asri, kedatangan Polsuska PT KAI ini bertujuan melarang warga Kebonjeruk untuk membangun sebuah kantor.

“Padahal sudah diputuskan pengadilan dan kita telah mengetahui bahwa PT KAI tidak mempunyai hak kepemilikan atas tanah. Hak penguasaan otomatis berada di tangan warga karena mereka sudah membayar PBB sampai 2017,” kata Asri kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Senin (12/6/17).

Kondisi warga yang belum pulih secara psikologis, imbuh Asri, mengakibatkan warga menyerbu Polsuska yang hendak melarang pekerja membangun dan menggunting spanduk yang dipasang di area tanah tersebut.

“Kemudian ada sedikit bentrok keras, tapi warga masih tetap kontrol. Pada akhirnya kita tidak bisa lagi membiarkan ini karena sudah berkali-kali terjadi. Mudah-mudahan aparat kepolisian menanggapi ini dengan baik laporan warga,” ungkapnya.

Sebagai barang bukti, kata Asri, pihaknya juga membawa foto dan video saat insiden berlangsung. “Kami ingin tahu apakah polisi dapat menindaklanjuti kasus ini,” tandasnya.

Berita Terkait