Iriawan Pimpin Apel Besar HUT Ke-73 Provinsi Jabar

Minggu, 19 Agustus 2018 | 21:17:56 | Penulis : bb5 | 224 Kali dilihat

Gubernur Jabar Mochamad Iriawan bersama istri usai memimpin apel besar Hari Jadi ke-73 Provinsi Jawa Barat, di Lapangan Gasibu Bandung,Minggu (19/8/18). by Humas Pemprov

BANDUNG – Tepat hari ini, Minggu (19/8/18), Provinsi Jawa Barat genap berusia 73 tahun. Lapangan Gasibu Bandung menjadi lokasi digelarnya apel besar peringatan hari jadi yang dipimpin langsung oleh Penjabat Gubernur Jabar Mochamad Iriawan dan dihadiri pula oleh para ASN Pemprov Jabar, FKPD serta perwakilan dari kabupaten/kota.

Dalam momentum hari jadi itu, Iriawan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat yang telah bekerja bahu-membahu mewujudkan cita-cita Jabar menjadi provinsi yang sejahtera dan terdepan di Indonesia.

“Terima kasih atas pengabdian dan kerjasama seluruh masyarakat yang menjadi sumbangan sangat berharga bagi pembangunan dan kemajuan Jabar hingga saat ini,” ucap Iriawan.

Dari masa kemerdekaan hingga kini kontribusi Jabar terhadap Indonesia sangat strategis. Tidak saja karena Jabar sebagai salah satu dari delapan provinsi pertama yang terbentuk dua hari setelah proklamasi kemerdekaan, melainkan Jabar merupakan provinsi terdepan dalam membangun kemajuan dan inovasi. Tak heran, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar yaitu hampir 48 juta jiwa ini, menjadi langganan raihan berbagai prestasi nasional dan internasional.

Iriawan menuturkan, peringatan HUT Ke-73 Jabar kali ini digelar dalam suasana yang melegakan, setelah melewati masa tahapan Pilkada Serentak Jabar 2018 yang dinilai memiliki banyak potensi kerawanan dalam berbagai aspek penyelenggaraan.

“Alhamdulillah, semakin matang kedewasaan berpolitik masyarakat Jabar, kesungguhan penyelenggara Pilkada khususnya KPU dan Bawaslu, netralitas ASN serta profesionalisme aparat keamanan, Pilkada serentak 2018 di Jabar berjalan aman, lancar, tertib dan demokratis,” tuturnya.

Untuk itu dalam kesempatan tersebut, Iriawan memberikan penghargaan khusus kepada KPU Jabar, Bawaslu Jabar, Kapolda Jabar, Pangdam III Siliwangi dan Pangdam Jaya. Selain itu diberikan juga penghargaan bagi lembaga kerjasama Tri Partit Kabupaten/Kota terbaik di Jabar atas keberhasilannya mengembangkan hubungan harmonis antara pekerja, pengusaha dan pemerintah sehingga mampu menciptakan suasana kondusif dan kegiatan industri yang produktif.

Diberikan juga penghargaan kepada tokoh masyarakat yang berperan aktif dalam pembangunan Jabar, penghargaan loyalitas ASN dan penghargaan pelopor pemberdayaan masyarakat Jabar. Salah satu peraih penghargaan Kelurahan terbaik Jabar 2018 yaitu Kelurahan Pekiringan di Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, Gandi, mengaku bersyukur diberikan apresiasi dari Gubernur.

Di penghujung acara, Iriawan melepas keberangkatan bantuan kepada korban bencana gempa di Lombok yaitu berupa 2 ton lebih bantuan pakaian, selimut, kasur dan handuk.

Sejarah Lahirnya Jawa Barat

Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengadakan sidang di bekas gedung Raad van Indie pada tanggal 18 Agustus 2018. Dalam sidang itu ditetapkan Undang-undang Dasar Republik Indonesia (UUD 1945), selanjutnya dipilih Ir Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, serta membentuk panitia kecil yang diketuai oleh Otto Iskandar Dinata yang akan bertugas menyusun rencana mengenai hal-hal yang perlu segera mendapat perhatian pemerintah.

Keesokan harinya, 19 Agustus 1945, pemerintah berhasil menyusun 12 Kementerian, antara lain Departemen Dalam Negeri yang dipimpin oleh R.A.A Wiranatakusumah. Dalam berita negara RI 1945 disebutkan pula bahwa tanggal 19 Agustus 2019 itu, PPKI berhasil membentuk delapan provinsi yang dikepalai oleh seorang Gubernur dan masing-masing provinsi terdiri dari keresidenan-keresidenan yang dikepalai oleh Residen. Kedelapan provinsi itu adalah, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Borneo, Sulawesi, Maluku dan Sunda Kecil. Mr R Sutarjo Kartohadikusumo menjadi Gubernur pertama Jawa Barat.

Dengan demikian, Provinsi Jawa Barat lahir pada 19 Agustus 1945 yang waktu itu masih berkedudukan di Jakarta. Kemudian pada bulan September 1945 berpindah ke Bandung yang menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Mr R Sutarjo Kartohadikusumo diangkat menjadi Gubernur Jawa Barat oleh Presiden Soekarno melalui keputusan tanggal 19 Agustus 1945. Tanggal itu pun diputuskan menjadi hari lahir Provinsi Jawa Barat karena memenuhi aspek legalitas, historis maupun aspek simbolis.***

Berita Terkait