Jabar Akan Buat Desa Digital

Jumat, 28 September 2018 | 20:19:23 | Penulis : bb5 | 259 Kali dilihat

Gubernur Jabar Ridwan Kamil berbicara mengenai Desa Digital di acara Leaders Talk di Trans Luxury Hotel Kota Bandung, Jumat (28/9/18). by Humas Jabar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, dirinya punya gagasan besar untuk mengubah peradaban masyarakat desa di Jawa Barat. Program desa digital menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di pedesaan.

Menurut gubernur, program desa digital tidak hanya berurusan dengan internet. Lebih jauh, dengan memanfaatkan aplikasi digital atau online masyarakat desa bisa meningkatkan pendatapan serta meneguhkan potensi yang dimiliki oleh desanya.

“Saya sedang menyiapkan desa digital. Siapa bilang digital hanya di kota saja? Kita ubah peradabannya, mulai dari berkomunikasi hingga berdagang online,” kata Ridwan dalam paparannya di acara Leaders Talk yang digelar Telkom University di Trans Luxury Hotel Kota Bandung, Jumat (28/9/18).

“Tak hanya urusan wifi-wifi, tapi mengubah cara berdagang, mengubah cara berkomunikasi, memetakan potensi, mempromosikan wisata desanya melalui sebuah digital ekosistem,” paparnya.

Untuk itu, Emil menyatakan pihaknya mempunyai program pelatihan bagi para petani di desa agar melek e-Commerce. Melalui sebuah aplikasi dagang mereka bisa berdagang secara mudah dan murah.

“Petani akan dilatih supaya melek terahadap digital commerce. Berdagang murah dengan aplikasi mudah,” tuturnya.

Badan Cyber Province

Pada kesempatan ini, Emil juga menuturkan pihaknya akan membentuk Badan Cyber Province. Melalui badan ini, Emil bertekad akan membawa Jawa Barat menjadi Provinsi Digital di Indonesia.

“Dalam tiga bulan saya sedang menyiapkan Badan Cyber Province untuk memastikan kami siap terhadap sisi gelap dunia cyber yang sering kali orang tidak perhatikan. Ini pertama di Indonesia,” kata Emil.

Menurut Emil, dunia hari ini semakin kompetitif, sehingga kemampuan SDM harus ditingkatkan melalui digital skill dan kemampuan berbahasa Inggris. Selain itu, dunia juga semakin berbahaya dengan kaum ekstrimis seperti terorisme yang berawal dari kebencian yang datang melalui digital atau online.

“Di balik semua positif dan optimisme itu ada dark side of digital. Jangan biarkan kami mencari obatnya, bantulah kami mencari solusi juga dengan teknologi,” ucap Emil.

Badan Cyber Province berperan akan berperan sebagai benteng pertahanan untuk melindungi masyarakat secara digital agar merasa aman dan nyaman. Badan Cyber Province adalah salah instrumen untuk menangkal hal negatif dari dunia digital.

“Badan Cyber Province salah satu upaya saya membawa rasa aman dan nyaman bahwa seorang gubernur punya instrumen untuk melawan hal-hal negatif (digital),” tandasnya.***

Berita Terkait