JNE Luncurkan ‘Friendly Logistics’

Jumat, 2 Maret 2018 | 07:26:19 | Penulis : bb7 | 225 Kali dilihat

Presdir JNE M. Feriadi dan CEO PTS Dipta Imanto saat meluncurkan produk dalam kerja sama dengan UMKM di Spasial Jl. Gudang Selatan Bandung.

BANDUNG – JNE terus berkomitmen melakukan pengembangan dan inovasi agar dapat terus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada para pelanggan. Pengembangan dan inovasi tersebut diimplementasikan di berbagai bidang, seperti: informasi & teknologi, sumber daya manusia, dan infrastruktur.

Di samping itu JNE pun giat menjalin kerjasama strategis, dalam rangka mendukung kemajuan UKM di Indonesia. Salah satu wujud kerjasama strategis tersebut adalah dengan melakukan kolaborasi dengan PT. Prakasa Trada Solusi (PTS).

Kerja sama ini secara resmi diluncurkan pada 27 Februari 2018 oleh Presiden Direktur JNE M. Feriadi dan CEO PTS Dipta Imanto, di Spasial Jl. Gudang Selatan No. 22 Bandung.

JNE dan PTS memiliki kesamaan tujuan yaitu untuk menciptakan peluang dan memberikan kemudahan kepada para UMKM dalam melakukan proses jual-beli secara online, dengan meluncurkan layanan Friendly Logistics. Ini merupakan solusi atau end to end solutions untuk para UMKM lokal seperti digital marketing, warehousing, order fulfilment, technology development, shipping management dan delivery, tentunya dengan biaya yang terjangkau.

Dalam peluncuran layanan Friendly Logistics, para undangan yang terdiri dari para pelaku industri kreatif, UMKM, media dan blogger mendapatkan penjelasan secara visual dengan pemutaran comercial video friendly logistic, dilanjutkan pembahasan yang lebih mendalam dalam sesi talkshow.

Eri Palgunadi selaku VP of Marketing JNE, Dipta Imanto selaku CEO PTS serta Yukka Herlanda selaku salah satu pengguna jasa PTS dan juga pemilik brand lokal ternama Brodo, membahas tantangan bagi para pelaku industri kreatif pada era digital serta solusi yang ditawarkan oleh layanan Friendly Logistics.

Pada awalnya, PTS melihat potensi dan kebutuhan distribusi usaha digital UMKM di Indonesia sangat tinggi. Para pelaku industri kreatif disibukan dengan proses warehousing serta packaging karena besarnya kebutuhan tersebut, sehingga berpotensi menurunkan konsentrasi terhadap pengembangan design dan penjualan.

Oleh karena itu PTS hadir sebagai jasa pengelolaan supply chain yang menyediakan pengaturan terkait pengadaan, penyimpanan dan pengiriman barang baku maupun barang jadi.

“Dapat dikatakan juga bahwa PTS menyediakan layanan one stop solutions untuk mengoptimalisasi proses supply chain suatu brand. Kita percaya bahwa brand Indonesia dapat menjadi punggawa di negeri sendiri, dan dengan adanya friendly logistics kami bisa menggabungkan brand-brand lokal menjadi satu kesatuan serta turut memajukan UMKM di Indonesia,” kata CEO PTS Dipta Imanto.

Dengan warehouse seluas 552 m dan pengelolaan gudang mencapai 9000 unit, saat ini friendly logistics tengah mengelola lebih dari 10 ribu transaksi tiap bulannya dari klien PTS. Sedikitnya 5 tenaga profesional yang khusus menangani layanan friendly logistics ini pun menangani sekitar 200 pcs per hari dari penerimaan pemesanan, pengambilan produk, quality control, pengemasan, hingga proses peng-input-an resi yang selanjutnya dikirimkan oleh JNE.

VP of Marketing JNE Eri Palgunadi mengatakan pihaknya memiliki kapabilitas dalam bidang jasa kiriman dengan didukung lebih dari 40 ribu karyawan, 7.000 armada, serta 6.000 titik layanan yang dimiliki di seluruh Indonesia, JNE menjadi official partner PTS yang menyediakan infrastruktur logistics untuk kebutuhan pengiriman last mile delivery, termasuk kiriman international.

“Berdasarkan data dari Kemenkop hanya sekitar 8% para UMKM dapat memanfaatkan platform online dari jumlah keseluruhan yang mencapai 59,2 Juta UKM di Indonesia. Sehingga salah satu fokus startegi perusahaan di tahun ini untuk dapat menciptakan layanan fulfillment center bagi UMKM,”papar Eri.

Dengan kehadiran layanan ini, imbuh Eri, UMKM dapat fokus pada produksi dan sales sementara problem logistik akan di tangani oleh layanan friendly logistic. Layanan ini akan menjadi solusi yang kompatibel bagi pelaku industri kreatif atau UMKM, karena menawarkan manfaat, seperti pengelolaan warehousing yang dilakukan secara profesional dan terintegrasi dengan layanan last mile delivery, serta update inventory mau pun shipment status secara berkala, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya”, tambahnya.[aph]

Berita Terkait