Jokowi Jadi Investor Bisnis Daring Paket Perlengkapan Jenazah

Senin, 18 Desember 2017 | 19:13:40 | Penulis : bb1 | 175 Kali dilihat

Presiden Jokowi saat jadi pembicara kunci dalam "Entrepreneurs Wanted! (EW!)" di Gedung Sabuga ITB Bandung, Senin (18/12/17).  by ist
Presiden Jokowi saat jadi pembicara kunci dalam “Entrepreneurs Wanted! (EW!)” di Gedung Sabuga ITB Bandung, Senin (18/12/17). by ist

BANDUNG¬†– Presiden Joko Widodo memutuskan untuk jadi investor bagi lima “start up” atau wirausahawan muda yang sedang merintis usahanya di Bandung.

“Saya mau jadi investor, tapi di daftar saja ke Pak Menteri (Menkominfo). Investor, tulis saja saya,” kata Presiden Jokowi saat jadi pembicara kunci “Entrepreneurs Wanted! (EW!)” di Gedung Sabuga ITB Bandung, Senin (18/12/17).

Pada kesempatan itu Presiden memanggil ke atas panggung lima anak muda yang sedang merintis usahanya dalam berbagai bidang. Kelima anak muda itu diminta oleh Presiden untuk menceritakan usahanya secara singkat. Setelah usai bercerita, Presiden kemudian menyatakan diri untuk mau menjadi investor bagi kelima anak muda tersebut.

Namun, ia berpesan agar anak-anak muda tersebut tidak melihat jumlah investasi yang ditanamkan olehnya, melainkan “brand value” yang sangat besar potensinya manakala Presiden memberikan “endorsement” terhadap setiap produk yang dihasilkan oleh wirausahawan muda tersebut.

“Kalau saya investasi ke Akbar, misalnya, ya pasti saya ‘endorse’ produk yang keluar dari sini,” ucapnya. Kelima start up muda itu yakni Aldi Aldinar, Muhammad Ardian, Fatimah Afranolema Atma, Muhammad Akbar Slamet, dan Nisrina Khotimah.

Aldi Aldinar memulai bisnis online baju muslim di marketplace sejak setahun lalu dengan omzet saat ini sekitar Rp1 juta. Sementara Ardian yang masih duduk di bangku SMAN 3 Bandung sejak akhir bulan puasa tahun ini memulai usaha menjual sorban secara daring (online).

“Brand saya Sorbrand mulai akhir bulan puasa. Hari pertama di-posting di Instagram, langsung ada yang beli sampai sekarang, bulan lalu sudah sampai Rp2,5 juta perbulan. Kira-kira sebulan 70 sorban,” tuturnya.

Sementara Akbar yang berkuliah di ITB mengembangkan bisnis dengan memberdayakan dua pembuat sandal di Cibaduyut dengan omset Rp3 juta perbulan. Selanjutnya siswa SMA 1 Bandung Fatimah Afranolema Atma yang berbisnis online tas (sling bag) dan membantu memasarkan secara online usaha milik orangtuanya yang bergerak di bidang penjualan paket perlengkapan jenazah. Start up terakhir yakni siswa SMA 1 Bandung Nisrina Khotimah yang menjual kue di lapak di depan rumahnya.

Presiden sempat berdialog dengan kelima start up tersebut bahkan berkelakar jika ingin meminta endorsement dari dirinya para start up itu harus membayar. “Ya, boleh kalau bisa bayar saya, masa gratis, saya ini businessman,” kelakarnya yang disambut tawa para hadirin.

Ia juga sempat memuji rintisan bisnis yahg ditekuni Afra yang menjual perlengkapan jenazah. “Nah, ini produk yang pasarnya pasti tapi orang tidak melirik. Saya pernah ekspor peti mati ke Eropa. Senang, tapi lama-lama hilang, apa orang yang mati itu berkurang atau bagaimana. Yang jelas kalau kita bergerak di sini kompetitornya sedikit,” sarannya. (ant)

Berita Terkait