Kab Bandung Harus Punya Satgas Anti Narkotika

Kamis, 19 Juli 2018 | 17:37:37 | Penulis : bb2 | 175 Kali dilihat

Sekda Kab Bandung Sofian Nataprawira membuka sosialisasi sinergitas program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba P4GN), di Bale Sawala Soreang, Kamis (19/7/18). by Humas Pemkab

BALESAWALA – Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Bandung menggelar sosialisasi sinergitas program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba P4GN), di Bale Sawala Soreang, Kamis (19/7/18).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Ir. H. Sofian Nataprawira, MP menegaskan, Kabupaten Bandung harus memiliki Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkotika, menyusun rencana aksi, dan segera melakukan aksi, khususnya kepada para ASN Pemkab Bandung, sebagai upaya preventif.

Sekda mengungkapkan, dengan jumlah penduduk Kabupaten Bandung yang mencapai 3,6 juta jiwa, tentu saja menurutnya potensi masalah akan lebih besar. Maka upaya preventif terhadap kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti, agar Kab Bandung aman dari peredaran penyalahgunaan narkotika.

“Upaya preventif ini sejalan dengan program pertama prioritas pembanguan kepala daerah, yakni pembangunan di bidang SDM (Sumber Daya Manusia). Untuk antisipasi peredaran narkotika di lingkungan masyarakat dan di kalangan ASN, kita harus memiliki Satgas Anti Narkotika dan harus segera beraksi dengan langkah awal tes urine bagi ASN,” ungkap Sekda didampingi Kepala BKPPD Dr. Erick Juriara Ekananta.

Menurut Sofian, enyalahgunaan narkoba merupakan satu hal yang sangat mengkhawatirkan bagi kehidupan anak bangsa. Sebab hampir setiap hari di berbagai media baik cetak maupun elektronik selalu muncul pemberitaan mengenai kasus penyalahgunaan barang mematikan tersebut.

“Oleh karena itu, masalah penyalahgunaan narkoba merupakan masalah dan tanggung jawab bersama untuk penangulangannya. Upaya perang melawan narkoba ini harus dilakukan secara serius oleh semua pihak diantaranya pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat, kelompok-kelompok sosial dan keagamaan,” tandasnya.

Sekda berpesan kepada seluruh komponen masyarakat untuk melakukan langkah-langkah kongkrit, untuk menciptakan lingkungan bebas narkoba, mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

Sekda berharap, dalam menjalankan fungsinya, BNN perlu untuk lebih ofensif, lebih ambisius, lebih aktif dan terus berinisiatif melakukan langkah-langkah koordinasi dan langkah strategis dalam memberantas narkoba dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

“Selain itu, dengan membangun sinergitas di lintas instansi dapat membantu menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Saya harap tiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terbentuk Satgas Anti Narkoba dan menjalin sinergi di antara aparat penegah hukum agar terlaksana penegakan hukum yang mempunyai dampak signifikan bagi upaya pemberantasan kejahatan narkoba, dengan sanksi hukum yang keras namun tetap menjungjung tinggi aza keadilan,” urainya.

Sekda pun berpesan agar Dinas Pendidikan mengintegrasikan penanaman kesadaran akan bahaya narkoba, ke dalam kurikulum dan kegiatan-kegiatan sekolah mulai dari tahap pendidikan yang paling dini.

“Sedangkan kepada Dinas Pariwisata Dan Budaya agar memanfaatkan seni budaya sebagai media untuk mencegah dan memberantas penyalagunaan serta peredaran gelap narkoba dan, kepada OPD terkait dan para camat agar mampu menjadikan generasi frustasi menjadi generasi prestasi, dan menjadikan gerenasi biadab menjadi generasi beradab,” pungkasnya.***

Berita Terkait