Kang Anton : JabarSeubeuh Solusi Peningkatan Jeruk Di Garut

Senin, 26 Maret 2018 | 15:43:45 | Penulis : bb1 | 185 Kali dilihat

Cawagub Jabar no urut 2 Anton Charlyan saat di Kebon Jeruk Garut, Desa Cimura, Kec Karang Pawitan, Kab Garut, Minggu (25/3). by HMC

GARUT РUsai mengunjungi pengrajin jaket di Pasar Sukarejang, Kabupaten Garut, Calon Wakil Gubernur, Anton Charlyan yang disapa dengan Kang Anton melanjutkan perjalanannya ke kebon jeruk di Desa Cimura, Kecamatan Karang Pawitan, Kabupaten Garut, Minggu (25/3/18).

Dalam kunjunganya itu, Kang Anton pun menyampaikan salah satu program unggulanya yaitu, JabarSeubeuh sebagai solusi peningkatan Jeruk di Garut.

Karena JabarSeubeuh, terang Kang Anton, merupakan program untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat di Jawa Barat dengan cara memperbaiki irigasi dalam rangka dukungan terhadap pasokan air di daerah pertanian dan memberikan subsidi pupuk , sarana pertanian dan bibit untuk petani.

Kang Anton yakin dengan JabarSeubeuh ia bisa membantu petani jeruk d Kabupaten Garut. Terlebih Jeruk Garut pernah terkenal. “Apalagi potensi jeruk di Garut ini sangatlah bagus. Dari 500 batang saja, pohon jeruk dapat menghasilkan minimal 1/2 ton,” ungkap Kang Anton.

Kang Anton yang berpasangan dengan Calon Gubernur Jawa Barat, Tb Hasanuddin ini menilai, subsidi pupuk untuk para petani harus ditingkatkan. Karena saat ini pupuk untuk petani masih berasa mahal dan juga stoknya terbatas.
Oleh karena itu, pihaknya perlu menyediakan program¬† modal untuk petani tanpa agunan melalui BUMD , Bumdes dan kelompok tani. “Agar petani bisa meningkatkan kualitas hasil panennya,” tandasnya.

Sementara itu menurut Jajang, salah satu petani Jeruk Garut, mengaku yakin dengan JabarSeubeuh bisa membawa makmur petani. Karena didalamnya terdapat program pelatihan kelompok tani untuk peningkatan SDM serta nelayan bisa memproduksi produk turunan dari hasil taninya dalam rangka meningkatkan pendapatan petani.

“Karena kita perlu terobos-terobosan untuk peningkatan petani. Supaya terdapat pengembangan petani dan menghidupkan petani-petani muda,” ungkap Jajang. []

Berita Terkait