Kang Hasan: Jangan Korbankan Kedamaian Demi Kekuasaan Sesaat

Selasa, 10 April 2018 | 14:10:39 | Penulis : bb1 | 226 Kali dilihat

Cagub/Cawagub Jabar Hasanah unjuk kabisa pada acara Coffee Morning Pilkada Aman bersama para kandidat Pilgub Jabar dan unsur Forkopimda Jabar, di Cafe Atmosphire Bandung Selasa, (10/4/18). by HMC

BANDUNG – Sambutan meriah memecah kebekuan saat pasangan calon Gubernur/ Wakil Gubernur Jawa Barat Hasanah naik ke panggung untuk unjuk kabisa pada acara Coffee Morning Dalam Mewujudkan Pilkada Aman bersama para kandidat Pilgub Jabar dan unsur Forkopimda Jabar, di Cafe Atmosphire Bandung Selasa, (10/4/18).

TB. Hasanuddin (Kang Hasan) dan Anton Charliyan (Kang Anton), “Ngibing” di hadapan para kandidat lainnya serta Forkopimda Jabar. Dua penari dan seorang penyanyi berkebaya, melenggak-lenggok bersama pasangan Hasanah, yang diiringi lagu Mojang Priangan.

Penampilan duo jenderal itu sontak mendapat aplaus dan sambutan meriah. Tiba giliran Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Kang Anton unjuk kabisa. Dengan gayanya yang membuat suasana tambah meriah, Kang Anton pun menyanyikan lagu Mojang Priangan versi rock.

“Nanti kalau saya nyanyi bilang Hasanah-Hasanah ya,” ajaknya kepada yang hadir dalam acara tersebut. Hal itu sontak membuat tim sukses Hasanah yang turut hadir termasuk Ketua Tim Pemenangan Hasanah Abdy Yuhana pun berteriak Hasanah, sambil mengacung salam 2 jari.

Bahkan Calon Gubernur Jabar nomor urut 4, Deddy Mizwar pun berdiri sambil turut berteriak Hasanah-Hasanah. Aksi panggung pasangan Hasanah itu benar-benar membuat suasana ceria dan akrab.

Sementara pada kesempatan lain, Calon Gubernur Jawa Barat TB. Hasanuddin yang akrab disapa Kang Hasan mengatakan, empat pasangan kandidat Pilgub Jabar termasuk Hasanah, sepakat untuk menjaga stablitas kamtibmas pada peta demokrasi di Jawa Barat.

“Kami tidak mau mengorbankan kedamaian di Jawa Barat, hanya untuk kekuasaan sesaat,” tegas Kang Hasan.

Pada kesempatan itu juga Kang Hasan menyampaikan beberapa data yang dinilai dapat mengganggu stabilitas kamtibmas di Jawa Barat. Data tersebut kata Kang Hasan perlu pendalaman, misalnya yang menyangkut hoax.

“Tentu dalam tahap-tahap sekarang ini kami juga ada data intelejen yang juga perlu pendalaman. Misalnya soal hoaks yang ternyata bukan dari Jawa Barat, tapi dari daerah lain. Mohon ditangani dengan baik, kami percaya,” pungkasnya. []

Berita Terkait