Kang Hasan Optimis Depok Sumbang 60% Suara

Selasa, 24 April 2018 | 14:53:48 | Penulis : bb1 | 101 Kali dilihat

Cagub Jabar no urut 2, Tubagus Hasanuddin (Kang Hasan) didampingi pengurus DPC PDIP Kota Depok, Selasa (24/4/18). by HMC.

DEPOK – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 2, Tubagus Hasanuddin – Anton Charliyan (Hasanah) optimis mampu merebut 60% suara di Kota Depok untuk Pilgub Jabar 2018.

Saat melakukan Apel Siaga bersama 2.000 kader PDI Perjuangan di Gedung Samina, Kota Depok, Selasa (24/4/18), Kang Hasan, sapaan akrab Tubagus Hasanuddin mengatakan, target 60% di Depok terbilang realistis dan dapat diwujudkan.

Apalagi dalam setiap kunjungannya ke setiap daerah, antusiasme kader parpol berlambang banteng moncong putih itu luar biasa. “Antusias 60 persen. Kita harus merebut 660 ribu suara,” tandas Kang Hasan.

Kota Depok terdiri dari 3.000-an TPS dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 1,1 juta. Jika satu TPS ada 300 hingga 400 pemilih, maka Kang Hasan menginginkan 200 suara setiap TPS bisa diraih.

“Kami tadinya menargetkan sekitar 40 persen, tapi katanya tidak bisa, berdasarkan pengalaman kemarin jadi 60 persen. Bagus, kader yang baik begitu. Itu hebat,” puji Kang Hasan.

Menurut mantan pengawal Presiden BJ Habibie ini, jika kader bertemu masyarakat, Kang Hasan meminta agar kader menyampaikan amanah dirinya dengan Kang Anton untuk memimpin Jabar.

“Kami sumpah tidak akan korupsi dan tidak akan maksiat. Demi Allah, kami tidak mentolerir dan mentoleransi perbuatan korupsi,” tegas Kang Hasan.

Selain itu, banyaknya permasalahan di Jabar menjadi keresahan dirinya saat ini. Mulai dari masih tingginya angka pengangguran sebanyak 2 juta orang, disusul 3,8 juta jiwa masuk kategori miskin,serta angka lama sekolah masih berkutat di angka 7,9 tahun.

“Baru satu strip di atas Papua, mungkin dua tahun lagi kita kalah dari Papua (angka lama sekolah),” ucap anggota Komisi I DPR RI.

Permasalahan tersebut, kata Kang Hasan, harus dituntaskan. Terlebih, ada banyak hal yang masih kurang segera dibenahi, misalnya masalah pengangguran.

“Kemiskinan kita kikis melalui lapangan pekerjaan. Saya menggunakan bahasa Jabar Seubeuh (kenyang). Bekerja apapun harus cukup untuk pangan, Jabar harus jadi lumbung pangan,” pungkas Kang Hasan. ***

Berita Terkait