Kang Hasan Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkarakter Sejak Dini

Sabtu, 3 Maret 2018 | 13:05:55 | Penulis : bb1 | 207 Kali dilihat

Dewan Pangaping Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan TB. Hasanuddin saat jadi pembicara Seminar Nasional Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Keterampilan Abad ke-21 di STKIP Pasundan Cimahi, Kota Cimahi, Sabtu (3/2/18). by HMC

CIMAHI – Dewan Pangaping Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan TB. Hasanuddin atau akrab disapa Kang Hasan, menekankan pentingnya pendidikan berkarakter yang harus ditanamkam terhadap generasi bangsa sejak dini.

Menurutnya, pendidikan berkarakter merupakan hal yang penting sebagai upaya untuk membangun SDM serta menguatkan moralitas bangsa yang sudah mengalami kemundurun di era global saat ini.

“Mengaplikasikan Pendidikan Berkarakter secara langsung tidak hanya teori sejak dini. Serta Adanya Kecenderungan degradasi kondisi moralitas, etika, dan budi pekerti,” ungkap Kang Hasan saat jadi pembicara Seminar Nasional Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Keterampilan Abad ke-21 di STKIP Pasundan Cimahi, Kota Cimahi, Sabtu (3/2/18).

Kang Hasan yang juga merupakan Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 itu mengungkapkan, penguatan pendidikan karakter di era globalisasi harus dibarengi dengan cara berpikir kritis yang disampaikan secara santun serta berpikir kreatif sehingga generasi bangsa mampu menciptakan kemandirian di segala bidang.

“Kecakapan berkomunikasi dan kerjasama dalam pembelajaran untuk menguatkan pendidikan karakter di abad ke-21 itu juga sangat penting,” paparnya

Para tenaga pendidik, lanjut Kang Hasan, khususunya di Jawa Barat, mempunyai tantangan besar dalam penguatan pendidikan berkarakter yang dinilainya harus terus ditingkatkan. “Pembinaan Karakter kita masih Buruk, untuk para tenaga pendidik, mari kita perbaiki bersama,” tegasnya

Selain Kang Hasan, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Praktisi Pendidikan Endang Komara, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) Kemendikbud Arnie Fajar, yang diikuti oleh Akademisi, tenaga pendidik dari berbagai tingkatan sekolah, serta Mahasiswa.[]

Berita Terkait