Bale JabarHukum

Kelola Keuangan Sekolah, Guru di Jabar Akan Didampingi Jaksa

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menghadiri peluncuran program Jaksa Sahabat Guru, di Kantor Kejati Jabar, Jalan LLRE Martadinata 54 Bandung, Selasa (23/10/18). by Humas Jabar

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kejaksaan Tinggi Jabar dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jabar menandatangano kesepakatan bersama terkait peluncuran program Jaksa Sahabat Guru, di Kantor Kejati Jabar, Jalan LLRE Martadinata 54 Bandung, Selasa (23/10/18).

Program Jaksa Sahabat Guru yang diiniasiasi oleh Kejati Jabar ini merupakan dukungan terhadap program pemerintah di bidang pendidikan dan guru, serta meningkatkan kinerja dan pengelolaan anggaran pendidikan di Jabar.

Dengan begitu, kini guru SD hingga SMU di Jabar yang berjumlah 500 ribu akan didampingi oleh jaksa dalam mengelola keuangan termasuk dana BOS. Sehingga dapat menghindari peluang terjadinya penyalahgunaan anggaran yang berujung pidana. Jaksa juga nantinya akan berperan memberi perlindungan hukum bagi guru.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyambut baik adanya pendampingan jaksa bagi para guru.Gubernur mengatakan, bila selama ini Kejati melalui TP4D mengawal proyek-proyek infrastruktur, kini juga melakukan pendampingan di dunia pendidikan.

Dengan begitu, kata Ridwan, pembangunan Jabar akan lebih terjamin dan masalah yang sering muncul di ujung seperti korupsi akan berkurang karena ada langkah preventif dengan pendampingan diawal oleh jaksa.

“Luar biasa, program Kejati ini sangat ditunggu yaitu melakukan pendampingan di proses-proses awal di dimensi pembangunan termasuk pendidikan,” puji Emil.

Tidak hanya mendampingi guru dalam mengelola dana pendidikan dari pusat, para jaksa juga akan mengawal dana dari masyarakat. Emil mengatakan, rencananya ke depan, sekolah di Jabar terutama yang dikelola provinsi diharuskan membuat Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) yang pengelolaannya akan dikawal dan melalui persetujuan kejaksaan. Hal ini agar para guru dapat fokus mendidik murid.

“Kalau perencanaan kan internal ya, tapi agar aturannya tidak dilanggar atau angkanya tidak dilebihkan sehingga masyarakat tenang. Jadi, di Jabar pendidikan ini betul-betul sangat baik, solid dan terkawal,” ujarnya.

Emil optimis program Jaksa Sahabat Guru ini akan berjalan baik dan akan dievaluasi setiap bulannya. Ia pun akan melaporkan program tersebut ke pemerintah pusat agar dijadikan pilot project bagi daerah lain.

“Ya kita akan evaluasi sekian bulan kalau ternyata positif saya sebagai perwakilan pemerintah pusat akan melaporkan ke pusat dan minta dijadikan program nasional agar jadi percontohan daerah lain,” tutur Emil.

Kepala Kejati Jabar Raja Nafrizal menuturkan, program Jaksa Sahabat Guru merupakan bentuk dukungannya dalam mewujudkan visi Jabar Juara Lahir batin tak terkecuali bidang pendidikan. “Mudah-mudahan pendidikan di Jabar jadi nomor satu di Indonesia dan zero korupsi,” ucap Raja.

Menurutnya, Kejaksaan bukan sekadar berfungsi melaksanakan penuntutan saja, tapi juga punya tugas menyelenggarakan kesadaran hukum masyarakat termasuk kepada guru dan pelajar. Dikatakannya, guru seringkali dibebani tugas administrasi pendidikan termasuk mengelola keuangan, sumber dan pemanfaatan dana.

“Program Jaksa Sahabat Guru akan membekali guru ilmu tentang prinsip pengelolaan keuangan yang benar dan optimalisasi fungsi pengawasan yang baik dan bersifat membangun,” terang Raja.

Sebagai bentuk keseriusannya dalam mensukseskan program ini, ia telah menginstruksikan Kepala Kejaksaan Negeri se-Jabar untuk melaksanakan program tersebut secara serentak dan berkelanjutan.

“Dengan program ini kedepannya akan menghasilkan tata kelola organisasi dan program kerja yang terukur juga dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat di Jabar. Kalau ada guru yang bermasalah di Jabar kita pun malu, maka itu kita cegah dari awal,” pungkas Raja.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close