Keren, Siswa Cicalengka Protes Pemda dan Polisi Soal Miras

Selasa, 17 April 2018 | 14:43:48 | Penulis : bb1 | 429 Kali dilihat

Siswa SMA Cicalengka berdialog dengan Muspika Cicalengka di Aula Kecamatan Cicalengka, Kab Bandung, Selasa (17/4/18). by iwa/bbcom

CICALENGKA – Ratusan siswa yang tergabung dalam Pelajar Islam Indonesia (PII) Cicalengka menggeruduk Aula Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Selasa (17/4/18). Kedatangan mereka ke kecamatan untuk menyuarakan keprihatinannya terkait ratusan korban miras oplosan yang termasuk didalamnya korban masih berstatus pelajar. Mereka juga menyampaikan pernyataan sikap serta mendeklarasikan anti miras dan narkoba.

Dalam sesi tanya jawab seorang siswa SMA Negeri 1 Cicalengka Hamdan Zulfa berani mengkritik Pemkab Bandung dan Polres Bandung. “Kami menyesalkan peristiwa miras yang banyak menelan korban ini terjadi. Selama ini kemana saja pemda sama polisi? Kalau sudah kejadian, baru pada muncul,” ungkap Hamdan di hadapan Muspika Cicalengka dan disamput applause ratusan siswa yang hadir.

Hamdan juga menyesalkan bila sebelum-sebelumnya mereka kerap melaporkan ke polisi terkait peredaran miras, tapi yang didapat malah diomelin. “Sekarang saat sudah kejadian minta kterlibatan masyarakat, dengan melapor kalau ada peredaan miras atau yang mabuk-mabukan. Jujur pak, saya sakit hati, saya pernah bicara sama polisi, mengenai kepedulian saya terhadap peredaran miras, tapi yang didapat malah caci maki dari polisi,” beber Hamdan.

Hamdan juga menyayangkan tiap minta audiensi dengan pemerintah, hanya diminta perwakilan saja. “Kami bukan tidak mau dengan perwakilan Pak, tapi kalau suara kami cuma satu, kami tidak didengar, makanya kami berbondong-bondong datang ke sini agar didengar oleh masyarakat,” ujarnya.

Koordinator Aksi PII Cicalengka Akbar Radiansyah menyatakan aksi ini merupakan inisiatif para pelajar khususnya di Cicalengka. Pihaknya berharap pemerintah juga menggandeng para siswa dalam hal pemberantasan peredaran miras dan narkoba.

“Dengan bersatunya pelajar di Cicalengka ini, kami ingin bersinergi dengan pemerintah untuk turut aktif dalam upaya pemberantasan miras dan narkoba,” tandas Akbar.

Menanggapi hal ini Camat Cicalengka Entang Kurnia menjawab diplomatis. “Kami mohon maaf jika selama ini pemda bertindak tidak sesuai harapan. Sebab kita negara hukum, kewenangan saya sebagai camat pun terbatas hanya sebatas memfasilitasi dan mengkordinasikan ketentraman dan ketertiban masyarakat. Mungkin ini teguran dari Allah bagi kita semua, dan saya harap kita tidak saling menyalahkan, sebab pemda pun tidak berdiam diri, tindakan antisipasi juga sudah dilakukan dengan tindakan deteksi dini,” tukas camat.

Camat mengaku bangga terhadap pelajar yang turut serta memberikan dukungan moral bagi pihaknya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Cicalengka khususnya dalam hal pemberantasan miras.

“Aspirasi ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap peredaran miras dan mudah-mudahan kejadian seperti kemarin tidak terjadi lagi dan untuk yang terakhir,” ucapnya.

Setelah berdialog, ratusan pelajar itupun menyuarakan pernyataan sikap dan mendeklarasikan penolakan terhadap segala bentuk peredaran miras dan narkoba dengan nama Deklarasi Cicalengka.

Diberitakan sebelumnya, korban minuman keras (miras) oplosan di Cicalengka Kabupaten Bandung menjadi 44 empat orang. Sebanyak 34 orang tewas di RSUD Cicalengka, tiga orang di RSUD Majalaya dan tujuh orang di RS AMC Cileunyi dari total korban miras oplosan 247 orang. []

Berita Terkait