Kolam Retensi Cieunteung Ditarget Beres 2018

Rabu, 4 April 2018 | 08:43:30 | Penulis : bb1 | 425 Kali dilihat

SOREANG – Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS) Citarum menargetkan proyek pembangunan kolam retensi Situ Cieunteung di Kelurahan/Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung beres di tahun 2018.

“Saat pertemuan dengan BBWS, mereka menyatakan pembangunan Situ Cieunteung itu beres tahun ini. Selain untuk mengendalikan banjir yang selama ini melanda Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Kecamatan Bojongsoang, dan menjadi cadangan air di musim kemarau, situ ini nantinya juga akan dilengkapi obyek wisata dan sarana olahraga seperti jogging track dan olahraga air,” kata anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung Thoriqoh Nasrullah Fitriyah di Soreang, Rabu (4/4/18).

Menurut Thoriqoh, folder banjir memang sangat dibutuhkan di wilayah langganan terdampak banjir seperti di Kabupaten Bandung. Selain Situ Cieunteng, masih dibutuhkan beberapa sejumlah folder banjir di beberapa titik langganan banjir seperti di wilayah Kecamatan Majalaya dan Bojongsoang.

“Seperti di Surabaya itu kan folder banjirnya ada 34 titik. Kita ini baru membangun satu titik di Cieunteung. Masih diperlukan folder banjir di beberapa titik yang rawan kebanjiran,” ungkapnya.

Kendati begitu, imbuh Toriqoh, selain Situ Cieunteung, setelah ini pemerintah melalui BBWS Citarum juga akan membangun terowongan air di Curug Jompong, Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

“Setelah Situ Cieunteung beres tahun ini, mungkin tahap selanjutnya pembangunan terowongan air di Curug Jompong. Menurut BBWS sih, proyek terowongan air ini sudah dalam tahap tender,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Kolam Retensi Cieunteung pada 4 Desember 2016. Presiden mengatakan kolam retensi ini merupakan salah satu upaya mengurangi bencana banjir, karena akan dilanjutkan pembuatan terowongan air yang bisa menyedot 600 meter kubik per detik.

“Nanti dibuatkan terowongan akan mengurangi banyak banjir yang ada di Bandung ini. Saya kira 600 meter kubik per detik sebuah gelontoran yang deres sekali,” kata Jokowi. Selain itu, lanjut Presiden, penanganan banjir kawasan Sungai Citarum ini juga akan dilakukan normalisasi di empat anak sungai.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Direktorat Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Yudha Mediawan menyatakan, sedikitnya ada tiga infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengendalikan banjir tahunan di Sungai Citarum.

Ketiga infrastruktur itu yakni kolam retensi atau Situ Cieunteung, floodway atau arus banjir untuk membagi aliran Sungai Cisangkuy di Cisaranten, serta infrastruktur untuk mempercepat aliran Sungai Citarum di Curug Jompong.[]

Berita Terkait