Bale JabarGaya HidupKomunitas

Komunitas Motor dan Pemprov Jabar Angkat Kopi Khas Jabar

Pemprov Jabar  berkolaborasi dengan komunitas pencinta motor dalam rangka mengangkat sekaligus mengedukasi masyarakat akan Kopi Java Preanger asal Gunung Puntang. by Humas Pemprov Jabar
Pemprov Jabar berkolaborasi dengan komunitas pencinta motor dalam rangka mengangkat sekaligus mengedukasi masyarakat akan Kopi Java Preanger asal Gunung Puntang. by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan komunitas pencinta motor dalam rangka mengangkat sekaligus mengedukasi masyarakat akan Kopi Java Preanger asal Gunung Puntang, Bandung Selatan yang saat ini belum banyak dikenal masyarakat.

Selain itu, kolaborasi ini juga salah satu upaya Pemprov Jabar untuk mempromosikan Gunung Puntang sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik di Bumi Parahyangan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bentuk dari kolaborasi unik ini adalah pembuatan film semi dokumenter bertajuk “Kelana Roda Dua”. Film yang disutradarai Omar Annas ini mengisahkan tentang perjalanan Omar untuk menjelajahi secara acak alam Jawa Barat menggunakan motor kesayangannya, yang kemudian menemukan keindahan alam dan kenikmatan rasa kopi Gunung Puntang milik Ayi Sutedja.

“Film ini sangat unik, mengkolaborasikan pencinta motor, nikmatnya kopi dan indahnya alam. Uniknya lagi, inisiatif ini muncul dari Pemprov Jabar. Aku sendiri kaget waktu diajak kerjasama, seperti doa yang terjawab bisa berkontribusi untuk Jawa Barat,” kata Omar ketika pemutaran perdana film Kelana Roda Dua di Spasial, Jl. Gudang Selatan Bandung, Minggu (18/12/16) malam.

Kepala Bagian Humas Pemprov Jabar Ade Sukalsah menyebutkan sebelum pembuatan film ini pihaknya melakukan riset komprehensif mengenai kopi Java Preanger yang ternyata memiliki nilai historis tinggi.

“Bibit kopi inilah yang pertama kali dibawa Belanda untuk ditanam di nusantara. Jadi, ini adalah leluhur dari varian kopi-kopi terbaik di Indonesia, seperti Toraja, Gayo dan Sidikalang. Sekarang ini, dikembangkan di Gunung Puntang oleh Kang Ayi Sutedja,” papar Ade.

Tidak tanggung-tanggung, bahkan biji kopi milik Ayi Sutedja ini pun menyabet predikat kopi terbaik di kontes Specialty Coffee di Atlanta, AS pada bulan Maret lalu. Prestasi membanggakan inilah menjadi alasan terciptanya film Kelana Roda Dua.

Ade menambahkan, selain jadi salah satu wilayah perkebunan kopi terbaik di Indonesia, Gunung Puntang juga menawarkan keindahan alam yang luar biasa, serta sarat akan nilai historis. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Indonesia dalam upaya mencapai 20 juta wisatawan di tahun 2019.

“Di Gunung Puntang ada reruntuhan Stasiun Radio Malabar milik Belanda. Lagu Halo-Halo Bandung terinspirasi dari percakapan nirkabel pertama pada tahun 1917 yang menghubungkan antara Stasiun Radio Malabar dan Belanda.

Melalui film ini juga, Pemprov Jabar berharap generasi muda dapat terinspirasi oleh prestasi dari Ayi Sutedja dan kreativitas Omar Annas. “Kami mengajak generasi muda untuk berkarya secara positif, jelajahi daerah yang indah di rumah kita sendiri di Jawa Barat dan menghindari kegiatan yang berujung kepada kekerasan,” kata Ade.

Pemutaran perdana film “Kelana Roda Dua” ini dikemas dalam acara nonton bareng di Spasial Bandung dengan diawali berkendara motor bersama dengan jalur Gedung Sate – Jl. Asia Afrika – Jl. Braga – Jl. Ahmad Yani (Kosambi) – Gudang Selatan. Sekurangnya 200 motor dari berbagai jenis seperti motor tua, custom, hingga keluaran tahun 2000-an terlibat dalam konvoi damai ini.

“Anak muda adalah agen perubahan, untuk itu pas sekali kalau mereka kita ajak untuk semakin familiar dengan kekhasan kopi Jawa Barat. Mudah-mudahan dengan coffee tasting sebagai salah satu agenda menjadi gerbang bagi anak muda Bandung semakin mencintai kopi Java Preanger (Puntang),” pungkas Ade.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close