Korban Tewas Pesta Miras Oplosan Cicalengka Jadi 20 Orang

Senin, 9 April 2018 | 16:07:14 | Penulis : bb1 | 249 Kali dilihat

Konferensi pers jumlah korban miras oplosan di RSUD Cicalengka, Kabupaten Bandung Senin (9/4/18).

CICALENGKA – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka, dr Yani Sumpena mengungkapkan hingga Senin (9/4/18) pukul 12.00 WIB, jumlah pasien yang dirawat di RS Cicalengka mencapai 45 orang.

dr Yani mengungkapkan, sebanyak 20 orang meninggal dunia, 4 pasien pulang paksa atas permintaan sendiri, rawat inap 8 orang dan di Instalasi Gawat Darurat 11 orang dan 2 orang dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

“Dari tanggal 6 hingga tanggal 9 April, jam 12.00, ada kurang lebih 45 kunjungan pasien keracunan alkohol. Dari 45 ini, empat pasien pulang paksa atas permintaan sendiri, dirawat inap delapan pasien dan di IGD 11 pasien. Dirujuk 2 pasien ke RSHS dan total yang meninggal mencapai 20 pasien,” ungkap dr Yani saar konferensi pers di RSUD Cicalengka, Senin (9/4/18).

Yani menuturkan, dari total 20 pasien yang meninggal dunia sebanyak 19 orang meninggal di rumah sakit dan satu orang meninggal ketika saat dibawa datang ke rumah sakit. Dirinya mengaku belum bisa memastikan kandungan dalam minuman yang diminum oleh para korban.

“Kita belum bisa memastikan kandungan apa yang diminum karena memerlukan pemeriksaan laboratorium dan pihak kepolisian sudah mengambil sampel,” ungkapnya. Hanya saja menurutnya korban mengeluhkan sakit pernapasan, mual, muntah-muntah dan sakit kepala berat.

Kini pihaknya sudah membuat posko untuk penanggulangan kasus tersebut dan menyiapkan ruang rawat inap secara khusus. Hal itu dilakukan agar menjaga privasi pasien lain yang tengah dilayani.

Terkait dengan status kejadian luar biasa pihaknya hanya memiliki wewenang untuk membahas terkait peningkatan kasus. Sementara masalah kejadian luar biasa merupakan kewenangan dari Dinas Kesehatan.

Yani menambahkan, bagi pasien yang sengaja pulang paksa pihaknya menghargai hak pasien. Sementara terkait kondisi mereka di luar rumah sakit pihaknya tidak bisa memantau hal tersebut. “Rata-rata usia korban 19 sampai 52 tahun. Satu perempuan dan sisanya laki-laki,” sebutnya.

Yani mengatakan fasilitas yang digunakan untuk merawat pasien korban miras oplosan relatif cukup diantaranya ruangan IGD sebanyak 13 tempat, dan rawat inap sebanyak 20 ruangan dengan ruangan khusus. “Kita anggap ini musibah. Siapa yang mau seperti ini?” ucapnya.

Humas RSUD Cicalengka dr Evi Sukmawati menambahkan, kebanyakan para pasien berasal dari Cileunyi, Cimanggung Sumedang dan Rancaekek. Dia mengatakan, kasus serupa yang menewaskan banyak korban terjadi pada 2015 silam.

Kabid Kemedikan RSUD Cicalengka, dr Hestining Rahayu menambahkan, pada 2015 lalu, kasus yang hampir mirip seperti saat ini terjadi dengan 12 orang dirawat dan 6 orang diantaranya meninggal.

dr Hesti mengatakan hasil pemeriksaan terkait itu pihaknya tidak mendapatkan banyak karena itu kewenangan keluarga. “Kasusnya mirip seperti ini, sama karena miras oplosan,” ujarnya. [iwa]

Berita Terkait