Bale Kota BandungPamong

Kota Bandung Dapat Hibah USD 4 Juta dari Manila

ppp-p3-jpgBANDUNG – Pasca kunjungan kerja Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil ke Filipina 9 – 13 Agustus 2016 lalu, pria yang akrab disapa Emil itu tidak pulang dengan tangan hampa. Berkat upayanya meyakinkan para investor dari Asian Development Bank, Manila Water, dan lembaga donor lainnya di Manila, Kota Bandung berhasil memenangkan dana hibah senilai USD 4 juta.

Kota Bandung terpilih menjadi salah satu kota di 30 negara yang berkompetisi untuk mendapatkan hibah tersebut. Hibah ini akan diberikan dalam bentuk program dan pelatihan bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung. Program yang akan dilaksanakan berupa penanganan kebocoran air di Kota Bandung yang kini mencapai 50%.

“Kita kan mendapat hibah pengurangan kebocoran dari Manila Water itu, kita melihat di sana sistem air minum harus diakui jauh lebih baik. Jadi kita belajar kepada mereka yang lebih baik,” ungkap Emil saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/8/16).

Salah satu hal yang membuatnya tertarik dengan program Manila Water adalah kemampuannya memberikan akses air bersih kepada masyarakat miskin sehingga dapat memotong dana air bersih hingga 20%.

“Yang paling keren itu, pemukiman kumuhnya hampir 100%, itu airnya dari PDAM Manila. Jadi nggak ada lagi yang ngambil air dari sumur. Orang miskin di sana, bayar airnya seperlima dari biasanya,” terang Emil. Ia ingin belajar dan mengadopsi sistem tersebut sehingga dapat lebih meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih.

Pada pelaksanaannya, Manila Water akan memasang alat-alat canggihnya untuk memastikan lokasi kebocoran pipa PDAM. “Nanti dengan teknologi itu dia berhasil, tingkat kebocoran mereka hanya di bawah 10%, sekarang itu terbaik di dunia dengan ukuran seperti itu,” papar Emil. Ia menjelaskan bahwa teknologi ini telah berhasil pula diterapkan di Vietnam, Myanmar, dan negara lainnya.

Rencananya, PDAM akan mengujicobakan teknologi ini di daerah Gumuruh, Kecamatan Batununggal dalam beberapa waktu ke depan. Jika teknologi ini berhasil maka akan diterapkan di seluruh wilayah Kota Bandung.

Selain itu, Kota Bandung juga mendapatkan bantuan hibah dari International Finance Corporation (IFC), sebuah lembaga pemberi modal dari Bank Dunia. Hibah tersebut akan diwujudkan dalam bentuk program pembentukan Public-Private Partnership (PPP) Center.

Emil mengaku ingin belajar kepada Manila tentang pembentukan PPP Center yang menurutnya sudah sangat sukses membangun negeri tersebut tanpa dana APBD. “Di sana kita melihat Manila lebih maju karena mereka punya PPP Center. Mereka sudah punya lebih dari 10 tahun, sehingga proyek PPP di sana mah luar biasa,” ujarnya.

Di samping itu, dibantu oleh Duta Besar Indonesia untuk Filipina, Kota Bandung sedang menjajaki program sister city dengan salah satu kota di Negeri Lumbung Padi itu. Kota tersebut direncanakan berasal dari wilayah Filipina Selatan yang penduduknya mayoritas beragama Islam.

“Ini relevan dengan isu-isu yang kita hadapi,” kata Emil. Kendati begitu belum ada nama pasti kota apa yang akan menjadi sister city Kota Bandung di Filipina. Hal tersebut menunggu keputusan dari Kedutaan Besar Indonesia di Filipina.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close