Bale JabarHumanioraPendidikan

Mahasiswa Unla Hijaukan Bantaran Kali Cigunung Agung

Mahasiswa Unla Bandung sedang KKN di bantaran Sungai Cigunung Agung, Desa Mandalasari, Kec Kadungora, Kab Garut, Minggu (28/8). by Yaman Didu/bbcom
Mahasiswa Unla Bandung sedang KKN di bantaran Sungai Cigunung Agung, Desa Mandalasari, Kec Kadungora, Kab Garut, Minggu (28/8). by Yaman Didu/bbcom

GARUT – Sekira 1.000 bibit pohon ditanam di lahan bantaran Sungai Cigunung Agung yang melintasi Desa Mandalasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut. Penanaman dilakukan dalam rangka realisasi program Gerakan Penghijauan untuk Merah Putih yang digagas mahasiswa Universitas Langlangbuana (Unla) Bandung yang sedang berkegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa tersebut.

Penanaman pohon dilakukan oleh mahasiswa bersama unsur muspika setempat serta warga desa. Bibit pohon yang ditanam merupakan sumbangan dari Perhutani KPH Garut dan Dinas Kehutanan Kabupaten Garut. Bibit terdiri dari tanaman mahoni, sengon dan trembesi.

Ketua KKN mahasiswa Unla Mochammad Imam Taufiq mengatakan kegiatan penanaman dipilih di samping hasil observasi yang dilakukan, juga didasarkan pada pemahaman persoalan lingkungan merupakan hal penting yang memiliki pengaruh kuat bagi kehidupan masyarakat.

ā€œSoal lingkungan ini tentu harus dipahami sebagai persoalan besar. Kebetulan setelah dilakukan observasi, kami melihat ada beberapa persoalan lingkungan seperti gerusan tanah disekitar sungai, ada polusi oleh limbah industri dan sampah rumah tangga,ā€ kata Imam di Garut, Minggu(28/8/16).

Kegiatan penanaman sekaligus dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 71 di Desa Mandalasari. Selanjutnya bibit disebar secara gratis kepada warga Desa Mandalasari yang memiliki lahan di dekat Sungai Cigunung Agung.

Salah seorang warga Desa Mandalasari, Nanang mengaku senang mendapatkan bibit . Menurutnya bibit akan ditanam dilahan miliknya yang lokasinya langsung berbatasan dengan sungai. Penanaman di bantaran sungai bertujuan untuk menyangga tanah darat dari gerusan air Sungai Cigunung Agung.

Kepala Desa Mandalasari Kartiwa mengungkapkan saat ini pihaknya tengah berusaha menangani permasalahan lingkungan berupa limbah industri tahu serta sampah rumah tangga.

ā€œ Jadi kegiatan anak-anak mahasiswa Unla sejalan dengan agenda desa. Termasuk soal penanaman di bantaran sungai itu manfaatnyanya konkrit,ā€ kata Kades.

Selain Gerakan Penghijauan untuk Merah Putih, kegiatan lain berupa penyuluhan lingkungan kepada warga desa pun digelar di Balai Desa Mandalasari. Hadir sebagai nara sumber Kepala Bidang PPLH Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Garut Asep Suhara dan Kepala Urusan Lingkungan Perhutani KPH Garut Zamil Abdul Aziz. Materi penyuluhan mengupas soal pengelolaan sampah berbasis ekonomi melalui gerakan bank sampah dan daya dukung hutan terhadap kehidupan masyarakat Garut. by Yaman Didu

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close